Aceh Utara | Pelitinasional.com– Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada 26 November 2025 berdampak serius terhadap dunia pendidikan. SD Negeri (SDN) 7 Tanah Luas, Kecamatan Tanah Luas, menjadi salah satu sekolah yang mengalami kerusakan berat akibat terjangan banjir.
Air merendam hampir seluruh ruang belajar dan fasilitas sekolah. Akibatnya, buku pelajaran, meja dan kursi siswa, serta peralatan elektronik sekolah rusak parah.
Kepala SDN 7 Tanah Luas, Nurhafdar, S.Pd., menyampaikan bahwa banjir merusak berbagai sarana penting penunjang kegiatan belajar mengajar. Data kerusakan yang dicatat pihak sekolah meliputi:
106 unit meja dan kursi siswa (sesuai jumlah siswa)
17 unit meja dan kursi guru
15 unit lemari (crombok)
1 unit komputer
1 unit printer
1 unit perangkat jaringan/WiFi
Papan tulis dan amplifier sekolah
Buku pelajaran siswa
Seragam siswa sekitar 30 persen ikut terendam
“Seluruh buku siswa rusak terendam air. Sampai sekarang buku pengganti belum ada,” ujar Nurhafdar, S.Pd.
Pantauan di sekolah pada Senin, 12 Januari 2026, atau hampir dua bulan pascabanjir, kondisi SDN 7 Tanah Luas masih memprihatinkan. Siswa masih belum memiliki buku pelajaran, bahkan sebagian terpaksa mengikuti proses belajar sambil duduk di lantai karena ketiadaan meja dan kursi.
“Kami tetap membuka sekolah agar anak-anak tidak tertinggal pelajaran, meskipun dengan keterbatasan yang sangat serius,” kata Nurhafdar.
Hingga kini, pihak sekolah mengaku belum menerima bantuan pemulihan fasilitas secara menyeluruh, baik penggantian meubelair, buku pelajaran, maupun perangkat belajar lainnya.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan, mengingat pemulihan sektor pendidikan semestinya menjadi prioritas pascabencana. Pihak sekolah berharap pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, serta instansi kebencanaan terkait segera mengambil langkah konkret agar hak belajar siswa tidak terus terabaikan akibat bencana.






