Pengemis Berkedok Sedekah Resahkan Warga Lhoksukon, Kejar Perempuan hingga Pelanggan Toko Trauma

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhoksukon | Pelitanasional.com Keberadaan seorang pria yang mengatasnamakan sedekah di Kota Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, kian meresahkan masyarakat. Pria tersebut tidak sekadar meminta, melainkan mendatangi, menghadang, dan menekan warga secara agresif, baik di jalanan maupun di area pertokoan.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026, di sejumlah titik keramaian Lhoksukon. Berdasarkan keterangan warga, pria tersebut kerap menghentikan pengendara dan menagih uang secara memaksa. Ketika permintaannya ditolak, ia disebut melontarkan kata-kata kasar dan bertindak intimidatif.

Sejumlah saksi juga menyebutkan, pria tersebut pernah mengejar pengendara perempuan yang menghindar darinya. Tidak hanya itu, ia bahkan masuk ke toko-toko dan menekan pelanggan yang sedang berbelanja, hingga memicu kepanikan.

“Dia mendatangi pelanggan dan menuntut uang. Ketika tidak diberikan, langsung mengejar. Banyak orang jadi takut dan trauma,” ujar seorang pemilik toko di Lhoksukon.

Akibat kejadian tersebut, sebagian warga memilih menghindari titik-titik tertentu karena khawatir keselamatan mereka terancam. Para pelaku usaha juga mengaku aktivitas perdagangan terganggu akibat rasa takut pelanggan.

Masyarakat mendesak aparat terkait, termasuk Satpol PP dan kepolisian, untuk segera melakukan penertiban guna menjaga keamanan serta ketertiban umum.

“Ini sudah bukan persoalan sedekah, tapi tindakan yang mengganggu rasa aman masyarakat,” kata seorang warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait penanganan kasus tersebut.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026
SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN
Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera
Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai
Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak
Optimalkan Aliran Air, Alat Berat Dikerahkan untuk Pembersihan Bendung Krueng Pase Aceh Utara
Cuaca yang Salah (Lagi): Komedi Putar Pemadaman Listrik PLN Aceh Berkedok “Manajemen Beban”
Niatnya Cari Air Minum, Malah Panen Api: Proyek Sumur Bor Lhoksukon yang “Membakar” Ketenangan Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 14:47 WIB

SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:32 WIB

Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:40 WIB

Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:15 WIB

Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak

Berita Terbaru