ACEH UTARA | PELITA NASIONAL.COM– Menjelang bulan suci Ramadhan, sejumlah warga korban banjir di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, masih belum memperoleh kepastian terkait penempatan hunian sementara (huntara) yang dijanjikan pemerintah.
Berdasarkan pantauan pada Rabu (11/2/2026), sebagian warga masih bertahan di tenda darurat dan rumah yang rusak akibat banjir 26 November lalu. Beberapa lainnya menumpang di rumah kerabat sambil menunggu kejelasan tempat tinggal sementara.
Di antara mereka, seorang bocah terlelap di atas bangku kayu panjang, beralaskan papan lapuk, sementara truk mainan kuningnya diam di bawah kakinya satu-satunya sisa keceriaan yang tersisa dari banjir.
Di atas kertas, proses penempatan huntara disebut berjalan. Di lapangan, warga masih menunggu tanpa kepastian, sementara bulan suci tinggal menghitung hari.
Bagi sebagian orang, Ramadhan adalah persiapan menyambut keberkahan. Bagi mereka yang terdampak banjir, Ramadhan adalah tentang menahan panas terik, menghitung hari, dan berharap satu nama dalam daftar bantuan tak lagi terlewat.
Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pemerintah daerah mengenai jadwal penempatan hunian sementara bagi warga korban banjir di Langkahan. (Mul)






