Empat Bulan Pasca-Banjir Aceh Timur: Ribuan Korban Belum Terima Bantuan, Aktivis Tuding Birokrasi Lamban

- Penulis

Kamis, 2 April 2026 - 04:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IDI RAYEUK  | PELITA NASIONAL– Memasuki bulan keempat pasca-banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Timur, ribuan warga terdampak dilaporkan masih belum menerima bantuan pemulihan yang dijanjikan pemerintah. Kondisi ini memicu gelombang protes dari aktivis dan masyarakat yang menilai proses birokrasi terlalu berbelit.

Aktivis HAM Aceh, Ronny H, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan memimpin aksi demonstrasi di depan Pendopo Bupati Aceh Timur pada Kamis (2/4/2026). Aksi ini merupakan bentuk mosi tidak percaya terhadap lambatnya pendataan dan distribusi bantuan.

Persoalan Ketimpangan Distribusi

Ronny menyoroti adanya diskriminasi dalam penyaluran bantuan di lapangan. Menurutnya, terdapat ketimpangan di mana sebagian warga sudah menerima bantuan hunian dan jaminan hidup (Jadup), sementara ribuan warga lainnya di desa yang sama justru belum tersentuh bantuan sedikit pun.

“Sangat aneh jika dalam satu bencana yang sama, penanganannya berbeda-beda. Sudah empat bulan warga menunggu dalam ketidakpastian. Kami mendesak transparansi data agar tidak ada warga yang dianaktirikan,” ujar Ronny saat memberikan keterangan di Idi Rayeuk, Rabu (1/4).

Dugaan Pelanggaran Regulasi

Lambatnya penanganan ini disinyalir bertentangan dengan semangat UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang mengamanatkan bahwa setiap korban bencana berhak mendapatkan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar secara cepat dan tepat.

Selain itu, mandeknya koordinasi antarinstansi dalam validasi data dianggap menghambat hak masyarakat sebagaimana diatur dalam UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

“Masyarakat tidak boleh menjadi korban dari ego sektoral atau kerumitan administrasi birokrasi. Tugas pemerintah adalah melayani, bukan mempersulit warga yang sedang tertimpa musibah,” tegas Ronny.

Desakan Kepada Pemerintah Daerah dan Pusat

Massa aksi menuntut agar Bupati Aceh Timur lebih proaktif mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mempercepat pencairan bantuan. Rakyat berharap pemerintah tidak hanya memberikan janji manis mengenai kemandirian anggaran tanpa realisasi nyata di tingkat bawah.

Dalam aksi besok, perwakilan warga meminta kehadiran pihak terkait, termasuk BPBD Aceh Timur dan Dinas Sosial, untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai:

Kendala utama macetnya distribusi bantuan.

Validitas data korban yang hingga kini masih menjadi polemik.

Target waktu (deadline) pencairan bantuan hunian dan jaminan hidup.

Catatan Redaksi

Keterlambatan pemulihan pasca-bencana selama empat bulan merupakan preseden buruk bagi manajemen penanggulangan bencana di daerah. Akurasi data memang penting, namun urgensi kemanusiaan tidak boleh dikalahkan oleh tumpukan berkas meja birokrasi.

Pihak redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Timur maupun instansi terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab terkait perkembangan penanganan korban banjir ini.

 

Laporan: Koresponden Aceh Timur

Tanggal: 1 April 2026

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202
SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN
Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera
Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai
Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak
Optimalkan Aliran Air, Alat Berat Dikerahkan untuk Pembersihan Bendung Krueng Pase Aceh Utara
Cuaca yang Salah (Lagi): Komedi Putar Pemadaman Listrik PLN Aceh Berkedok “Manajemen Beban”
Niatnya Cari Air Minum, Malah Panen Api: Proyek Sumur Bor Lhoksukon yang “Membakar” Ketenangan Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202

Senin, 8 Juni 2026 - 14:47 WIB

SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:32 WIB

Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:40 WIB

Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:15 WIB

Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak

Berita Terbaru