Pemkab Aceh Utara Dukung Pemboran PT PGE, Bupati dan Wabup Kompak Tagih Bukti Nyata untuk Masyarakat

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LHOKSUKON | PELITA NASIONAL– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara secara resmi menyatakan dukungannya terhadap rencana kegiatan pemboran (*drilling*) PT Pema Global Energi (PGE) di Gampong Alue Serdang, Kecamatan Baktiya. Namun, dukungan ini dibarengi dengan peringatan keras agar perusahaan tidak hanya menggugur kewajiban regulasi, melainkan memberikan dampak monumental bagi masyarakat lokal.

Pernyataan tersebut mengemuka dalam acara Sosialisasi Program Pemboran yang berlangsung di Oproom Setdakab Aceh Utara, Kamis (30/4/2026), yang dihadiri langsung oleh unsur Forkopimda, BPMA, dan manajemen PT PGE.

Bupati Ayawah”Jangan Terjebak Era 80-an” Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. (Ayawah), menegaskan bahwa PGE harus membawa perubahan nyata dan tidak hanya terjebak pada kejayaan masa lalu atau cara-cara lama era 80-an. Apalagi Aceh Utara pernah mendapat julukan Petro Dolar.

Ia secara terbuka membandingkan kontribusi PGE dengan perusahaan migas di Aceh Timur yang mampu membangun infrastruktur besar sebelum operasional dimulai.

“Saya iri dengan Aceh Timur. Sebelum mulai, mereka sudah membangun Rumah Sakit dan sekarang sudah jadi milik pemerintah. Lalu PGE apa yang sudah ditampakkan? Jangan sampai kehadiran PGE hanya melantarkan kita,” tegas Ayawah.

Wabup Tarmizi Pertanyakan Kelanjutan Jalan Land
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi (Payang), melontarkan kritik spesifik terkait infrastruktur yang terbengkalai. Ia mempertanyakan status pembangunan jalan Land yang membentang dari dekat kantor PGE hingga ke arah PT Arun (Perta Arun Gas).

Jalan tersebut diketahui sempat mulai dibangun namun kemudian terhenti tanpa alasan yang jelas. Persoalan ini mencuat dalam rapat sosialisasi sebagai bukti perlunya komitmen berkelanjutan dari pihak perusahaan migas terhadap fasilitas publik.

“Kami mempertanyakan masalah jalan Land Pipa dari dekat kantor PGE ke arah PT Arun. Dulu sudah pernah dibangun, tapi tiba-tiba terhenti dan tidak diketahui apa penyebabnya. Hal-hal seperti ini yang harus diperjelas agar masyarakat tidak merasa dirugikan,” ujar Tarmizi di hadapan forum.

Prioritas Tenaga Kerja dan Infrastruktur
Selain menyoroti jalan Land pipa, Pemkab meminta PGE bersikap transparan dalam pemanfaatan potensi lokal, meliputi:

Rekrutmen Lokal: Memprioritaskan tenaga kerja skill maupun non-skill dari putra daerah.

Pemberdayaan Ekonomi: Melibatkan ibu-ibu PKK desa setempat dalam penyediaan jasa makanan (catering).

Perbaikan Akses: Bupati menginstruksikan agar akses jalan menuju lokasi pengeboran diperbaiki sebelum mobilisasi alat berat dimulai. “Jangan sampai setelah menyedot hasil, kami hanya ditinggali jalan rusak,” tegas Bupati.

Sinergi dan Pengawasan
Meskipun memberikan kritik tajam, Pemkab Aceh Utara tetap berkomitmen memberikan dukungan penuh selama seluruh prosedur perizinan diikuti dan koordinasi dengan Muspika berjalan intensif. Acara diakhiri dengan sesi foto bersamagai simbol sinergi, namun dengan catatan besar bagi manajemen PT PGE untuk segera menuntaskan persoalan infrastruktur yang terbengkalai dan membuktikan manfaat kehadirannya bagi warga Aceh Utara. ( Mul)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT Pidie Jaya ke-19, Pemkab Gelar Zikir dan Tausiah Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H
GANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN WARGA, 16 SEPMOR KNALPOT BRONG DIAMANKAN KE POLRES ACEH UTARA
DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202
SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN
Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera
Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai
Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak
Optimalkan Aliran Air, Alat Berat Dikerahkan untuk Pembersihan Bendung Krueng Pase Aceh Utara
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:43 WIB

HUT Pidie Jaya ke-19, Pemkab Gelar Zikir dan Tausiah Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:45 WIB

GANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN WARGA, 16 SEPMOR KNALPOT BRONG DIAMANKAN KE POLRES ACEH UTARA

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202

Senin, 8 Juni 2026 - 14:47 WIB

SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:32 WIB

Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera

Berita Terbaru