Aceh Utara – Gampong Keureutou, Kecamatan Lapang 08 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto dengan lantang mencanangkan ketahanan pangan nasional sebagai program prioritas utama pemerintahannya. Swasembada pangan digadang-gadang menjadi warisan besar yang ingin diwujudkan. Namun di Gampong Keureutou, Kecamatan Lapang, semangat itu terasa hampa ketika 3 unit mesin pompa air yang menjadi urat nadi irigasi 89 hektare sawah masih belum pulih sepenuhnya akibat terendam banjir sejak 26 November 2025.
Lebih dari 6 bulan. Dan tidak ada bantuan nyata yang datang.
Ironi di Tengah Cita-Cita Swasembada Pangan
Presiden Prabowo tidak main-main soal ketahanan pangan. Program cetak sawah baru, optimalisasi lahan pertanian, dan peningkatan produksi beras nasional menjadi andalan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat pangan.
Namun bagaimana mungkin target swasembada pangan tercapai, jika sawah-sawah yang sudah ada justru dibiarkan kekeringan karena mesin pompa airnya rusak dan tak kunjung diperbaiki?
Gampong Keureutou bukan meminta yang muluk-muluk. Warga hanya butuh mesin pompa air yang berfungsi agar 89 hektare sawah mereka bisa kembali produktif, agar petani bisa kembali menghasilkan, dan agar cita-cita swasembada pangan Presiden Prabowo bukan sekadar slogan di atas kertas.
6 Bulan Terendam, Petani Makin Terpuruk
Sejak banjir merendam ketiga unit mesin pompa air pada 26 November 2025, para petani Gampong Keureutou terpaksa bertahan dengan kondisi serba darurat. Kekurangan air di sektor persawahan kian parah. Satu-satunya sandaran adalah 1 unit mesin bantuan 10.5 PK yang kapasitasnya jauh dari memadai untuk mengairi lahan seluas 89 hektare.
Pada 08 Juni 2026, Geusyik Sulaiman, SH bersama warga turun langsung melakukan perbaikan secara gotong royong sebuah upaya heroik yang justru memperlihatkan betapa negara absen dalam menangani persoalan ini.
Seruan Kepada Pemerintah: Jangan Biarkan Petani Berjuang Sendiri!
Kami menyerukan kepada seluruh jajaran pemerintah Dinas Pertanian, Dinas Pengairan, Pemerintah Kabupaten, hingga Pemerintah Provinsi Aceh untuk segera mengambil tindakan nyata:
Segera kirimkan bantuan mesin pompa air yang layak dan memadai ke Gampong Keureutou
Pulihkan sistem irigasi agar 89 hektare sawah kembali produktif
Jadikan Gampong Keureutou sebagai perhatian prioritas dalam program ketahanan pangan daerah
Jangan tunggu musim tanam berlalu baru bergerak setiap hari keterlambatan adalah kerugian nyata bagi petani
Pesan untuk Bapak Presiden Prabowo Subianto
Bapak Presiden yang terhormat,
Program swasembada pangan Bapak tidak akan terwujud hanya dari sawah-sawah baru yang dicetak di atas kertas. Ia dimulai dari sawah-sawah yang sudah ada dari petani-petani tangguh seperti warga Gampong Keureutou yang sudah berbulan-bulan berjuang tanpa bantuan.
Kami tidak butuh pidato. Kami butuh mesin pompa air.
Kami percaya semangat Bapak untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat pangan. Kini saatnya semangat itu dibuktikan hingga ke pelosok gampong, hingga ke sawah-sawah kami yang sudah terlalu lama kehausan.
Ketahanan pangan dimulai dari desa. Dan desa tidak bisa maju jika infrastruktur dasarnya diabaikan.






