Pasca Banjir 2025, Petani Berjuang Selamatkan Sisa Panen yang Terendam

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara | Pelitanasional.com Dampak banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara pada akhir November 2025 lalu masih menyisakan duka mendalam bagi para petani. Hingga kini, mereka masih berjibaku menyelamatkan sisa gabah hasil panen yang sempat terendam air banjir.

Berdasarkan dokumentasi warga yang diambil pada Kamis (30/1/2026), tampak hamparan padi hasil panen pasca banjir 26 November 2025 dijemur secara manual di atas terpal plastik. Gabah yang dijemur terlihat bercampur dengan sisa jerami kering dan lumpur halus yang mengering akibat terjangan banjir.

Kualitas Gabah Menurun Drastis

Banjir yang merendam lahan persawahan tepat saat memasuki masa panen menyebabkan penurunan kualitas gabah secara signifikan. Petani mengaku menghadapi berbagai persoalan, mulai dari perubahan fisik gabah hingga risiko kerugian ekonomi.

Beberapa dampak yang dirasakan petani di antaranya warna gabah menjadi kusam dan kecokelatan akibat terendam air dalam waktu cukup lama. Selain itu, kadar air yang tinggi memicu risiko tumbuhnya jamur apabila proses pengeringan tidak dilakukan dengan optimal. Tak sedikit pula butiran padi yang menjadi hampa atau busuk, sehingga bobot dan kualitas hasil panen menyusut drastis dibandingkan kondisi normal.

Upaya Darurat Selamatkan Panen

Di tengah keterbatasan alat pengering modern (dryer), petani terpaksa mengandalkan panas matahari sebagai satu-satunya cara penyelamatan gabah. Namun, cuaca yang sering mendung di awal tahun membuat proses penjemuran berjalan lambat dan tidak maksimal.

“Ini sisa panen dari banjir bulan November kemarin. Kami jemur semampunya supaya masih bisa dikonsumsi sendiri. Kalau dijual pun, harganya pasti jauh turun,” ujar seorang petani saat ditemui di lokasi penjemuran.

Saluran Irigasi Rusak dan Tertimbun Lumpur

Tak hanya merusak hasil panen, banjir juga menyebabkan banyak saluran irigasi rusak, jebol, bahkan tertimbun lumpur tebal. Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak serius terhadap musim tanam berikutnya karena aliran air ke sawah tidak lagi berfungsi normal.

Para petani pun meminta perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar segera melakukan normalisasi saluran irigasi, perbaikan bendungan kecil, serta pembersihan lumpur agar air kembali mengalir ke lahan pertanian.

Harapan Petani

Petani berharap pemerintah tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga dalam fase pemulihan. Mereka meminta bantuan benih untuk musim tanam selanjutnya, dukungan alat pengering gabah, serta percepatan rehabilitasi infrastruktur pertanian.

Banjir 26 November 2025 lalu menjadi pukulan telak bagi ketahanan pangan lokal di Aceh Utara. Saat ini, fokus utama petani adalah memastikan gabah benar-benar kering agar tidak rusak total saat disimpan di gudang atau lumbung, sembari menunggu uluran tangan pemerintah untuk memulihkan sektor pertanian yang terdampak.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT Pidie Jaya ke-19, Pemkab Gelar Zikir dan Tausiah Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H
GANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN WARGA, 16 SEPMOR KNALPOT BRONG DIAMANKAN KE POLRES ACEH UTARA
DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202
SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN
Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera
Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai
Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak
Optimalkan Aliran Air, Alat Berat Dikerahkan untuk Pembersihan Bendung Krueng Pase Aceh Utara
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:43 WIB

HUT Pidie Jaya ke-19, Pemkab Gelar Zikir dan Tausiah Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:45 WIB

GANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN WARGA, 16 SEPMOR KNALPOT BRONG DIAMANKAN KE POLRES ACEH UTARA

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202

Senin, 8 Juni 2026 - 14:47 WIB

SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:32 WIB

Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera

Berita Terbaru