ACEH TAMIANG | PELITA NASIONAL – Warga Kampung Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, digemparkan oleh penemuan jasad seorang pria di dalam parit kawasan komplek perkantoran Bupati Aceh Tamiang, Selasa (11/11/2025) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Korban diketahui bernama Ramadhan Nur alias Danur (28), warga Desa Sekerak Kanan, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang. Ia baru seminggu berada di kampung halamannya setelah pulang merantau dari Malaysia.
Menurut keterangan keluarga, malam sebelum ditemukan meninggal, Danur berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 20.00 WIB. Ia mengatakan hendak pulang ke rumahnya di Kecamatan Sekerak usai menemui teman-temannya di kawasan Karang Baru. Sekitar pukul 02.00 dini hari, korban masih sempat berkomunikasi lewat pesan WhatsApp dengan istrinya dan berencana pulang ke rumah mertuanya di Dusun Buntu, Desa Sekerak.
Namun keesokan paginya, warga Bundar dikejutkan dengan penemuan jasad Danur di dalam parit tepi jalan kawasan Jalan Perumahan Banjir, tepat di belakang komplek perkantoran bupati. Di lokasi, polisi juga menemukan sepeda motor korban dalam kondisi rusak berat.
“Diduga korban meninggal akibat kecelakaan tunggal. Saat itu hujan deras dan jalan licin, kemungkinan korban tergelincir hingga masuk ke dalam parit,” ujar Kasat Lantas Polres Aceh Tamiang, AKP Delyan Putra, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
AKP Delyan bersama tim Satreskrim Polres Aceh Tamiang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Muda Sedia untuk kepentingan visum. Barang bukti berupa sepeda motor dan sandal korban turut diamankan dari lokasi.
“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami belum bisa memastikan penyebab dan motif kematian korban,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang, AKP Rahmad, yang baru beberapa hari bertugas di wilayah tersebut.
Sejumlah warga menuturkan, parit di kawasan itu tertutup semak-semak dan minim penerangan. Hal tersebut membuat lokasi rawan kecelakaan, terutama saat hujan dan malam hari.
“Kami sering melintas di sini. Kalau malam, gelap sekali, dan paritnya tidak ada pagar pengaman,” ujar seorang warga setempat.
Peristiwa ini menimbulkan duka dan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat. Mereka berharap pihak kepolisian dapat mengusut penyebab kematian korban secara transparan, serta pemerintah daerah memperhatikan keselamatan dan penerangan jalan di kawasan perkantoran tersebut.
Kini, keluarga hanya bisa menunggu hasil penyelidikan polisi. Sementara warga Bundar masih sulit melupakan pagi kelabu itu saat seorang pemuda yang baru pulang, justru berpulang untuk selamanya.






