Tgk. Muchtar Andhika, Imam Besar Termuda di Sabang: Menjadi Cahaya di Usia 17 Tahun

- Penulis

Rabu, 12 November 2025 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SABANG | PELITA NASIONAL — Di usia yang baru menginjak 17 tahun, Tgk. Muchtar Andhika mengemban tanggung jawab besar sebagai Imam Besar Masjid Al-Falah, Gampong Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang. Di tengah dunia yang sarat distraksi bagi generasi muda, Andhika memilih jalan penuh nilai spiritual dan pengabdian sosial.

Resmi ditunjuk sebagai imam pada 23 September 2023, Andhika menjadi sosok termuda yang memimpin jamaah dan membimbing umat di kota paling barat Indonesia itu. Perjalanannya dimulai dari posisi muazzin, lalu dipercaya sebagai wakil imam mendampingi gurunya, Abi H. Nazaruddin, S.Pd.I. Saat sang guru fokus membina pesantren dan jumlah santri terus meningkat, tongkat estafet kepemimpinan masjid pun diserahkan kepada Andhika.

“Ini amanah besar dari Allah yang harus dijaga. Kadang ada suka, kadang ada duka. Tapi kita harus sabar, karena ini bukan perkara ringan. Insya Allah, selama diniatkan karena Allah, semua akan terasa ringan,” ujar Andhika dengan nada tenang.

Putra asli Sabang ini menempuh pendidikan dasar di MIS Ujong Kareung, lalu melanjutkan ke SMPN 2 Sabang dan SMKN 1 Sabang. Saat ini, ia tengah menyelesaikan studi S1 Hukum Keluarga Islam di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Nahdlatul Ulama Aceh.

Meski disibukkan dengan perkuliahan dan tugas sebagai imam, semangat Andhika dalam menuntut ilmu agama tak pernah surut. Ia juga aktif memperdalam ilmu syariah di Dayah Sirajul Munir Al-Aziziyyah, Gampong Cot Abeuk, Kota Sabang.

Lebih dari sekadar memimpin shalat, Andhika membawa misi besar: membangun generasi muda yang berakhlak dan berilmu. Ia berharap para pemuda dapat menjadi penerus ulama dan pemimpin umat di masa depan.

“Pemuda adalah kunci masa depan bangsa. Jangan biarkan lingkungan yang salah menentukan jalan kita. Kita harus siap melanjutkan estafet perjuangan generasi terdahulu,” tuturnya penuh semangat.

Di tengah derasnya arus modernisasi dan budaya populer, sosok Tgk. Muchtar Andhika menjadi contoh nyata bahwa generasi muda tetap dapat berpegang teguh pada nilai-nilai religius. Ia membuktikan bahwa menjadi bagian dari Generasi Z bukan berarti jauh dari masjid, melainkan bisa menjadi garda terdepan dalam membimbing umat dan membawa perubahan positif di tengah masyarakat.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202
SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN
Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera
Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai
Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak
Optimalkan Aliran Air, Alat Berat Dikerahkan untuk Pembersihan Bendung Krueng Pase Aceh Utara
Cuaca yang Salah (Lagi): Komedi Putar Pemadaman Listrik PLN Aceh Berkedok “Manajemen Beban”
Niatnya Cari Air Minum, Malah Panen Api: Proyek Sumur Bor Lhoksukon yang “Membakar” Ketenangan Warga
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202

Senin, 8 Juni 2026 - 14:47 WIB

SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:32 WIB

Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:40 WIB

Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:15 WIB

Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak

Berita Terbaru