Presiden Prabowo di Aceh: Sawah Rusak Akan Direhabilitasi, Hutang KUR Petani Berpotensi Dihapus

- Penulis

Senin, 8 Desember 2025 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH | PELITA NASIONAL– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat meninjau kondisi pascabencana banjir di Aceh pada Minggu, 7 Desember 2025, menyampaikan komitmen kuat pemerintah untuk memulihkan sektor pertanian yang terdampak parah.

Di hadapan para petani dan warga, Presiden menegaskan bahwa pemerintah pusat akan menanggung proses rehabilitasi lahan pertanian yang rusak akibat banjir besar yang melanda sejumlah wilayah Aceh.

“Saya kira sawah-sawah yang rusak akan kita rehabilitasi. Sudah dilaporkan kepada saya, petani-petani tidak usah khawatir. Kalau sawahnya rusak, mereka akan kita bantu sepenuhnya,” kata Presiden Prabowo.

Tak hanya itu, Presiden juga menyampaikan kebijakan penting terkait beban kredit para petani. Ia menegaskan bahwa hutang petani melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang terdampak bencana akan dipertimbangkan untuk dihapus, mengingat kondisi bencana bukanlah kelalaian petani.

“Terus kami hutang-hutang, KUR, karena ini keadaan bencana, kita akan dihapus. Petani tidak usah khawatir. Karena ini bukan kelalaian, tapi keadaan terpaksa,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut langsung disambut lega oleh para petani yang kehilangan tanaman dan alat produksi akibat banjir. Banyak di antara mereka khawatir tidak mampu lagi membayar angsuran KUR karena penghasilan menurun drastis.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh sekaligus memberi harapan baru bagi masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari kerugian besar. Pemerintah pusat memastikan bahwa rehabilitasi sektor pertanian mulai dari perbaikan irigasi hingga pemulihan sawah produktifakan menjadi prioritas utama dalam tahap pemulihan bencana di Aceh.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN WARGA, 16 SEPMOR KNALPOT BRONG DIAMANKAN KE POLRES ACEH UTARA
DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202
SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN
Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera
Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai
Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak
Optimalkan Aliran Air, Alat Berat Dikerahkan untuk Pembersihan Bendung Krueng Pase Aceh Utara
Cuaca yang Salah (Lagi): Komedi Putar Pemadaman Listrik PLN Aceh Berkedok “Manajemen Beban”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:45 WIB

GANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN WARGA, 16 SEPMOR KNALPOT BRONG DIAMANKAN KE POLRES ACEH UTARA

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202

Senin, 8 Juni 2026 - 14:47 WIB

SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:32 WIB

Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:40 WIB

Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai

Berita Terbaru