Data Sudah Kirim, Duit Masih Ngumpet

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelitanasional.comSetahun setelah banjir menerjang Rumah, sawah, tambak, dan kapal nelayan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara akhirnya membawa kabar gembira berkasnya sudah berangkat, meski uangnya masih betah bersembunyi.

Juru Bicara Pemkab, dengan penuh keyakinan, mengumumkan bahwa 98.530 kepala keluarga telah tercatat rapi dalam empat Surat Keputusan Bupati. Datanya nyaris seteliti sensus. Namun ketika ditanya kapan bantuan cair, jawabannya terdengar seperti ramalan cuaca.

“Begitu anggaran diturunkan.” Diturunkan dari mana? Dari langit? Dari grup WhatsApp? Tak ada penjelasan lebih lanjut.

Babak I — Estafet Tanggung Jawab Tanpa Garis Finis

Pemkab menyatakan seluruh data telah diserahkan ke pemerintah pusat. Dari pusat, kabarnya masih “dalam proses”. Kementerian Sosial disebut siap menyalurkan bantuan, asalkan mendapat lampu hijau dari Kementerian Keuangan.

Sementara itu, Kementerian Keuangan masih belum memberikan kepastian Rantai birokrasi pun berubah menjadi estafet yang tak kunjung mencapai garis akhir.

Babak II — Korban Banjir Jadi Penonton

Di lapangan warga masih tinggal di huntara, sawah masih belum produktif, tambak belum pulih, dan nelayan masih menatap kapal-kapal yang rusak. Mereka tidak membutuhkan tambahan rapat, surat keputusan, ataupun status “data sudah clear”. Yang mereka tunggu hanyalah bantuan yang sejak lama disebut “tinggal menunggu proses”.

Babak III — Angka Presisi, Jadwal Misteri

Sebanyak 52.360 dari 58.528 kepala keluarga dinyatakan telah melalui proses clear data. Angkanya sangat rinci hingga satuan. Sayangnya, ketelitian itu belum diikuti dengan kepastian tanggal pencairan. Saat pertanyaan beralih ke “kapan?”, jawabannya kembali mengambang.
Penutup Ala Dalang
Kata pejabat: “Mohon bersabar, masih dalam proses.”

Kata rakyat: “Sudah setahun kami bersabar, sampai kapan lagi proses itu selesai?”

Edisi kali ini ditutup dengan satu catatan sederhana data memang bisa disusun di atas kertas, tetapi perut yang lapar dan rumah yang rusak tidak pernah kenyang oleh administrasi.(***)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT RI ke-81, Danramil 02/Kuta Makmur Bersama Masyarakat Gelar Gotong Royong
2.500 Peserta Ramaikan Jalan Santai Peringatan HUT ke-81 RI di Syamtalira Aron
Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Pemkab Aceh Utara Gelar Upacara Khidmat di Halaman Kantor Bupati
Peringati Hari Damai Aceh ke-21, Sultan Malik Samudera Pasai Serukan Adat Jadi Penjaga Perdamaian
Doa Bersama Peringati 21 Tahun Damai Aceh, Bupati Jangan Lupakan Luka Masa Konflik
DPP Tunas Prabowo 08 Tegaskan Dukungan terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kawal 8 Program Asta Cita
Jaksa Tuntut Dua Terdakwa Kasus Penganiayaan Dek Pan, Minta Segera Ditahan
Pemkab Aceh Utara Salurkan Bantuan Tahap III Rp11,2 Miliar dari Kemensos untuk Korban Banjir Bandang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Danramil 02/Kuta Makmur Bersama Masyarakat Gelar Gotong Royong

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:04 WIB

2.500 Peserta Ramaikan Jalan Santai Peringatan HUT ke-81 RI di Syamtalira Aron

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Pemkab Aceh Utara Gelar Upacara Khidmat di Halaman Kantor Bupati

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Peringati Hari Damai Aceh ke-21, Sultan Malik Samudera Pasai Serukan Adat Jadi Penjaga Perdamaian

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Doa Bersama Peringati 21 Tahun Damai Aceh, Bupati Jangan Lupakan Luka Masa Konflik

Berita Terbaru