PELITA NASIONAL | ACEH UTARA – Operasi pencarian terhadap dua remaja yang dilaporkan hilang usai berwisata ke kawasan Air Terjun Tujuh Bidadari, Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara, membawa kabar duka. Satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya hingga Jumat (26/6/2026) masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Korban yang ditemukan meninggal dunia diketahui bernama Muhammad Dzuhdi (19), warga Desa Meunasah Rayeuk LB, Kecamatan Lhoksukon. Sementara rekannya, Muhammad Ilham (16), yang berasal dari desa yang sama, hingga kini belum ditemukan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua remaja tersebut berpamitan kepada keluarga pada Sabtu (20/6/2026) pagi untuk berwisata ke Air Terjun Tujuh Bidadari. Namun hingga malam hari keduanya tak kunjung pulang, sehingga keluarga berusaha mencari keberadaan mereka.
Sepeda motor yang digunakan kedua korban kemudian ditemukan masih terparkir di kawasan wisata tersebut. Menyadari keduanya belum kembali, keluarga melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
Sejak laporan diterima, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat melakukan pencarian dengan menyisir jalur hutan serta aliran Sungai Krueng Suak yang berada di sekitar lokasi wisata.
Setelah beberapa hari pencarian, jasad Muhammad Dzuhdi akhirnya ditemukan di aliran Sungai Krueng Suak, Kecamatan Nisam Antara, sekitar 200 meter dari jalur menuju Air Terjun Tujuh Bidadari. Korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, pencarian terhadap Muhammad Ilham masih terus dilakukan. Tim SAR memperluas area pencarian di sepanjang aliran Sungai Krueng Suak hingga ke sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban terbawa arus.
Seorang warga yang ikut dalam proses pencarian, Fauzan Mubarak, menduga kedua remaja tersebut terseret arus sungai saat hendak melintasi jalur menuju objek wisata.
“Jalur menuju Air Terjun Tujuh Bidadari memang harus menyeberangi sungai. Saat debit air meningkat, arusnya sangat deras dan berbahaya,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkunjung ke kawasan wisata alam, terutama pada musim hujan atau ketika kondisi sungai sedang berarus deras. Warga diimbau memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan dan tidak memaksakan diri melintasi sungai apabila debit air meningkat.(Mul)






