Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Perkelahian yang Bikin Siswa SMA Tebet Koma

- Penulis

Kamis, 10 Oktober 2024 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (PN) – Polisi masih menyelidiki dugaan perkelahian yang menyebabkan seorang siswa SMA di Tebet, Jakarta Selatan, mengalami koma. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mendalami kasus ini lebih lanjut.

“Kami sudah memeriksa lima orang saksi,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Gogo Galesung saat dihubungi detikcom, Kamis (10/10/2024).

Gogo tidak merinci siapa saja saksi yang diperiksa, tetapi menurut keterangan sementara di lokasi, korban dan diduga pelaku terlibat perkelahian satu lawan satu.

“Pada Selasa siang, terjadi perkelahian antara korban A dan pelaku N,” imbuhnya.

Saat ini, polisi masih mendalami motif perkelahian tersebut. Dugaan sementara menyebutkan bahwa perkelahian itu dipicu oleh masalah wanita.

“Diduga cekcok mungkin karena masalah perempuan, ini masih dugaan,” kata Gogo.

Ia menambahkan bahwa pihaknya menerima laporan tentang kejadian ini pada Selasa (8/10) dan perkelahian terjadi di belakang sekolah.

Kronologi Versi Orang Tua

Kuasa hukum korban, Saut Hamonangan Turnip, meminta agar pihak sekolah tidak menutupi kejadian ini dan mendesak polisi untuk segera memeriksa pelaku.

“Kami akan menuntut keadilan sesuai hukum yang berlaku dan melaporkan kejadian ini ke pihak terkait,” kata Saut, dilansir Antara.

Orang tua korban, M (49), mengungkapkan detail mengenai penganiayaan yang membuat anaknya koma. Menurut M, diduga pelaku sempat mengantar korban ke rumah sakit setelah korban tidak sadarkan diri.

“Murid yang membawa ke rumah sakit ada satu orang yang mengaku sebagai pelaku (berinisial N) dan itu dibenarkan oleh guru sekolah,” ujar M, dilansir Antara, Kamis (10/10).

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (8/10) sekitar pukul 11.45 WIB. Awalnya, korban ditarik oleh kakak kelasnya dari kelas XII dan XI ke luar pagar sekolah, lalu dipukul hingga tak sadarkan diri. Saksi yang menyaksikan kejadian melaporkannya ke pihak sekolah, yang kemudian menghubungi keluarga dan membawa korban ke RSUD Budhi Asih.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Bupati Aceh Utara Pimpin Rapat Evaluasi Huntara dan Penanganan Masa Transisi Darurat Pemulihan Banjir
Warga Matang Sijuek Barat Gunakan Hak Pilih, Sofyan dan Tarmizi Bersaing Rebut Kursi Geuchik
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara Gelar Tradisi Peusijuek Calon Jamaah Haji 2026
BPMA dan PGE Sosialisasikan Rencana Pemboran Eksplorasi Migas di Aceh Utara
Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi (Panyang) Buka Pelatihan Kader Ulama (PKU) Tahun 2026
Dandim 0103/Aceh Utara Percepat Pembangunan Jembatan Plu Pakam dan Sosialisasi Koperasi Merah Putih
Peringati Hari Otonomi Daerah ke-30, Pemkab Aceh Utara Tekankan Semangat Desentralisasi dan Pelayanan Publik
JKA Terancam Putus per 1 Mei: Geuchik Harus Ambil Alih Peran Operator Desa yang Macet Demi Hak Sehat Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 22:28 WIB

Wakil Bupati Aceh Utara Pimpin Rapat Evaluasi Huntara dan Penanganan Masa Transisi Darurat Pemulihan Banjir

Senin, 4 Mei 2026 - 10:57 WIB

Warga Matang Sijuek Barat Gunakan Hak Pilih, Sofyan dan Tarmizi Bersaing Rebut Kursi Geuchik

Kamis, 30 April 2026 - 20:29 WIB

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara Gelar Tradisi Peusijuek Calon Jamaah Haji 2026

Kamis, 30 April 2026 - 14:47 WIB

BPMA dan PGE Sosialisasikan Rencana Pemboran Eksplorasi Migas di Aceh Utara

Rabu, 29 April 2026 - 13:38 WIB

Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi (Panyang) Buka Pelatihan Kader Ulama (PKU) Tahun 2026

Berita Terbaru

Pendidikan

Ziarah atau Pameran Ketika Kuburan Jadi Studio Foto

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:16 WIB