LHOKSEUMAWE | PELITA NASIONAL – Komandan Kodim (Dandim) 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, S.Sos., M.M.D.S., menegaskan komitmen jajarannya dalam melakukan percepatan pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi kerakyatan. Hal tersebut disampaikan dalam agenda “Ngopi Bareng” bersama insan pers mitra Kodim di Makodim setempat, Senin (27/04/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Dandim menyoroti tiga agenda besar: pembangunan jembatan gantung, normalisasi lahan sawah pasca-banjir, dan inisiasi pembangunan Koperasi Merah Putih.
Jembatan Gantung Plu Pakam Target Rampung 2 Bulan
Merespons aspirasi warga mengenai ketiadaan akses penyeberangan di Dusun Igram, Dandim memastikan pembangunan jembatan gantung perintis menuju Desa Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas, mulai dikerjakan bulan April ini.
“Tim sudah di lapangan. Jembatan ini memiliki bentangan sekitar 100 meter dengan lebar 1,2 meter. Target kami maksimal dua bulan selesai agar anak sekolah dan warga tidak lagi terisolir,” ujar Dandim.
Inisiasi Koperasi Merah Putih di Tiap Wilayah
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah rencana pembangunan Koperasi Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa. Dandim mengajak masyarakat dan pemerintah desa untuk berkoordinasi dengan Danramil setempat guna menyiapkan lokasi dengan kriteria sebagai berikut:
-
Status Lahan: Wajib memiliki legalitas hukum (bisa lahan desa, Pemkab, kementerian, atau hibah).
-
Dimensi & Akses: Ukuran lahan minimal 25 m x 33 m dan wajib dapat diakses kendaraan roda 3 maupun roda 4.
-
Demografi: Terletak di kawasan dengan populasi minimal 500 jiwa.
“Koperasi ini adalah upaya kita memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Jika syarat lahan terpenuhi, segera komunikasikan ke Koramil agar bisa kita proses lebih lanjut,” tegas Letkol Arh Jamal Dani Arifin.
Normalisasi 27 Desa dan Pendampingan Program MBG
Terkait dampak banjir, Kodim 0103/Aceh Utara tengah fokus melakukan stripping lahan dan pembersihan sedimen irigasi di 4 kecamatan dan 27 desa (termasuk Sawang, Muara Batu, dan Dewantara). Menariknya, 95% pekerjaan dilakukan secara manual guna memastikan pembersihan lahan sawah lebih presisi.
Di sisi lain, Dandim juga menginstruksikan seluruh Babinsa dan Danramil untuk melakukan pengawasan ketat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pendistribusiannya tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
“TNI harus hadir di setiap lini, mulai dari pembangunan fisik, penguatan ekonomi melalui koperasi, hingga memastikan gizi masyarakat terjamin melalui program MBG,” pungkasnya.(Mul)






