Polri : Tidak Ada Kecocokan DNA antara RK dan Anak LM

- Penulis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL  | JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengumumkan hasil pemeriksaan DNA terkait dugaan tindak pidana manipulasi dokumen dan informasi elektronik yang melibatkan pelapor berinisial RK dan saksi LM. Hasil tes tersebut menegaskan bahwa anak LM berinisial SA bukan anak biologis dari RK.

Keterangan resmi disampaikan dalam doorstop di Lobby Awaloedin Djamin, Gedung Bareskrim Polri, Rabu (20/8/2025) pukul 14.30 WIB. Hadir sebagai narasumber Karolabdokkes Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti, serta Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rizki Agung Prakoso.

Brigjen Pol Sumy Hastry menjelaskan, pemeriksaan DNA dilakukan terhadap tiga sampel, yakni RK, LM, dan anak LM berinisial SA. Sampel diambil pada 7 Agustus 2025 oleh tim Laboratorium DNA Rolab Dokes Pusdokkes Polri melalui tahapan ilmiah mulai dari eksaminasi barang bukti, ekstraksi, kuantifikasi, amplifikasi, DNA typing, hingga analisis profil.

“Separuh profil DNA SA cocok dengan profil DNA LM, namun tidak ditemukan kecocokan dengan profil DNA RK. Secara ilmiah dapat kami simpulkan, SA adalah anak biologis dari LM dan bukan anak biologis dari RK,” jelas Sumy Hastry.

Sementara itu, Kombes Pol Rizki Agung menegaskan bahwa hasil DNA ini menjadi bukti kunci dalam perkara dugaan manipulasi informasi elektronik dan pencemaran nama baik yang sedang ditangani.

“Kami menerima hasil pemeriksaan DNA pada hari ini dan hasilnya menyatakan tidak ada kecocokan DNA antara saudara RK dengan anak saudari LM. Temuan ini merupakan bukti ilmiah penting dalam proses penyidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyidik telah memeriksa 12 saksi termasuk LM, serta tiga ahli di bidang bahasa, ITE, dan hukum pidana. Selain itu, sejumlah barang bukti elektronik juga diamankan, mulai dari dokumen, sampel suara, hingga data digital.

“Hasil tes DNA ini akan dijadikan dasar dalam menentukan langkah hukum selanjutnya. Kami pastikan proses penyidikan berjalan profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum,” tegas Rizki.

Bareskrim berharap dengan diumumkannya hasil tes DNA ini, publik mendapatkan informasi yang valid sehingga tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Penghubung 5 Desa di Baktiya Barat Putus Total
Mensos RI Serahkan Santunan Rp4,05 Miliar kepada Ahli Waris Korban Banjir Aceh Utara
Mensos Sambangi Aceh Utara Besok, Serahkan Santunan Korban Banjir Bandang
Tito Karnavian Tinjau Lokasi Banjir di Gampong Rumoh Rayeuk, Pastikan Huntara dan Bantuan Warga Terdampak
Tokoh Nasional PDIP dan Plt. Sekda Aceh Utara Salurkan Bantuan Pendidikan, My Esti Wijayati Turun Langsung Menyapu Tenda Darurat Anak
Seragam yang Hilang, Potret Pendidikan Aceh Utara Pasca-Banjir
Jamaluddin Dorong Percepatan Pemulihan Pendidikan Pascabanjir Aceh Utara, DPR RI Tekankan Tanggung Jawab Negara
Menghapus Luka Pasca-Bencana, Misi Kemanusiaan AOC Pulihkan Psikologis Anak-Anak Buket Padang
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:38 WIB

Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Penghubung 5 Desa di Baktiya Barat Putus Total

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:23 WIB

Mensos RI Serahkan Santunan Rp4,05 Miliar kepada Ahli Waris Korban Banjir Aceh Utara

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:34 WIB

Mensos Sambangi Aceh Utara Besok, Serahkan Santunan Korban Banjir Bandang

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:54 WIB

Tito Karnavian Tinjau Lokasi Banjir di Gampong Rumoh Rayeuk, Pastikan Huntara dan Bantuan Warga Terdampak

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:17 WIB

Tokoh Nasional PDIP dan Plt. Sekda Aceh Utara Salurkan Bantuan Pendidikan, My Esti Wijayati Turun Langsung Menyapu Tenda Darurat Anak

Berita Terbaru