ACEH UTARA| PELITA NASIONAL– Suasana penuh haru menyelimuti selasar Ruang Arafah Wanita (Perawatan Kelas III) RSUD Cut Meutia. Ibu Nuri Hanifah (41), warga Kecamatan Seunuddon yang menjadi korban penusukan beberapa waktu lalu, akhirnya diizinkan pulang setelah dinyatakan pulih total oleh tim medis.
Kepulangan Ibu Nuri menjadi momen emosional bagi sang suami, Samsul Al Munawar, yang setia mendampingi selama masa kritis. Manajemen RSUD Cut Meutia di bawah kepemimpinan Direktur dr. Syarifah Rohaya, Sp.M mengambil kebijakan khusus dengan menggratiskan seluruh biaya pengobatan, karena kasus kriminal yang menimpa pasien berada di luar cakupan BPJS Kesehatan.
Keberhasilan Operasi dan Perawatan Medis
Kesembuhan Ibu Nuri tidak lepas dari tindakan cepat tim medis RSUD Cut Meutia. Operasi darurat laparotomi yang menyelamatkan nyawanya dipimpin oleh dokter spesialis bedah konsultan digestif, dr. Muhammad Sayuti, Sp.B, Subsp.BD(K), dengan dukungan dokter spesialis anestesi, dr. Zaki Fikran, Sp.An.
Pasca-operasi, Ibu Nuri menjalani masa pemulihan intensif di bawah pengawasan Kepala Ruangan Arafah Wanita, Ns. Ersida, S.Kep., M.Kep., beserta jajaran perawat yang memastikan kondisi pasien tetap stabil hingga hari kepulangan.
Pesan Haru dan Terima Kasih
Sambil menahan tangis bahagia, Ibu Nuri Hanifah didampingi suaminya menyampaikan rasa syukur yang mendalam.
“Assalamualaikum Wr. Wb. Perasaan saya sangat bahagia, pelayanannya sangat indah dan bagus. Terima kasih banyak kepada dokter dan perawat yang telah membantu kami melewati masalah berat ini,” ungkap Ibu Nuri dengan suara bergetar.
Edukasi Pemulihan di Rumah
Humas RSUD Cut Meutia, Harry Laksamana, M.AP (dr. Heri), memberikan arahan penting kepada Samsul Al Munawar dan keluarga terkait perawatan mandiri di rumah.
“Ibu sudah melewati perawatan luar biasa dengan dokter spesialis. Perbedaannya, di rumah nanti tidak ada perawat yang berjaga 24 jam. Jadi, Bapak Samsul Al Munawar dan keluarga kini menjadi ‘perawat’ bagi Ibu. Tolong lanjutkan instruksi dari Ibu Kepala Ruangan terkait pola makan, kedisiplinan minum obat, dan perawatan luka yang benar,” ujar dr. Hery.
Jadwal Kontrol Lanjutan
Ibu Nuri dijadwalkan kembali melakukan kontrol rutin pada hari ke-7 atau ke-8 di Poli Bedah RSUD Cut Meutia. Langkah ini penting untuk memastikan perkembangan penyembuhan luka bekas operasi tetap optimal selama masa rawat jalan.
Kebijakan kemanusiaan RSUD Cut Meutia ini menjadi bukti nyata hadirnya pelayanan kesehatan yang tanggap dan berpihak pada keselamatan masyarakat, khususnya bagi warga yang tertimpa musibah darurat. (Mul)






