ACEH UTARA | PELITA NASIONAL— Suasana haru dan penuh kekhidmatan menyelimuti prosesi pelepasan 513 calon jemaah haji Kabupaten Aceh Utara yang berlangsung di Masjid Agung Baiturrahim, Selasa (21/4/2026).
Pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, S.I.Kom, yang akrab disapa Panyang. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pesan mendalam kepada para jemaah agar menjaga niat dan kesungguhan dalam menjalankan rukun Islam kelima.

Peusijuek, Simbol Doa dan Restu
Prosesi diawali dengan tradisi peusijuek (tepung tawar), sebagai simbol doa keselamatan dan keberkahan bagi para jemaah. Ritual adat Aceh ini dipimpin oleh Tgk H Abdul Manan bersama sejumlah ulama lainnya.
Tradisi tersebut menjadi wujud kearifan lokal yang terus dijaga dalam setiap momentum penting masyarakat Aceh, termasuk dalam pelepasan jemaah haji.
Haji Bukan Sekadar Perjalanan Fisik
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik ke Tanah Suci, tetapi juga perjalanan spiritual yang berakar dari ajaran tauhid yang diwariskan Nabi Ibrahim AS.
Ia mengingatkan seluruh jemaah agar benar-benar memahami manasik haji sehingga ibadah yang dijalankan dapat mencapai predikat haji mabrur.
“Pemahaman manasik sangat penting agar ibadah berjalan sesuai syariat. Pemerintah telah memastikan bimbingan dilakukan secara intensif, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten,” ujar Tarmizi.
Titip Doa untuk Aceh Utara
Di hadapan ratusan jemaah, Tarmizi juga menitipkan doa khusus untuk masyarakat Aceh Utara. Ia menyoroti sejumlah persoalan daerah, mulai dari ancaman narkoba hingga musibah banjir yang melanda beberapa wilayah.
“Kami memohon doa agar daerah ini dijauhkan dari narkoba, bencana alam, serta berbagai persoalan sosial lainnya. Doakan juga saudara-saudara kita yang sedang terdampak banjir agar diberikan ketabahan,” tambahnya.
Rincian Jemaah dan Jadwal Keberangkatan
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Utara, Asnawi, menyampaikan bahwa total 513 jemaah terdiri dari 194 laki-laki (37,8 persen) dan 319 perempuan (62,2 persen).
Para jemaah akan diberangkatkan dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni:
Kloter 3: 123 jemaah (berangkat 8 Mei 2026)
Kloter 6: 251 jemaah (berangkat 11 Mei 2026)
Kloter 11: 142 jemaah (berangkat 16 Mei 2026)
Jemaah Tertua dan Termuda
Adapun jemaah tertua tercatat berusia 90 tahun atas nama Nurdin (Kecamatan Langkahan), sementara jemaah termuda berusia 18 tahun, Rahmad Aiman (Kecamatan Baktiya Barat).
Penginapan di Tanah Suci
Seluruh jemaah akan menginap di Mekkah pada Hotel Al Buruj Wahda Al-Mutamayyiz (Sektor 6). Sementara di Madinah, jemaah terbagi di dua lokasi, yakni Huda Taibah Hotel untuk Kloter 3 dan 11, serta Rauda Al-Aqiq untuk Kloter 6.
Penutup dengan Talbiyah
Acara pelepasan ditutup dengan pembacaan talbiyah bersama yang menggema di dalam masjid, menandai kesiapan spiritual para jemaah untuk memenuhi panggilan Allah SWT.
Labbaik Allāhumma labbaik…
Dengan pelepasan ini, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur, serta membawa keberkahan bagi daerah Kabupaten Aceh Utara. (Mul)






