PELITANASIONAL | ACEH TAMIANG – Setelah dua hari dilakukan pencarian, tim gabungan akhirnya menemukan jasad Ardi Candra (40) dan anaknya, Ubai Fadillah Candra (11), korban tenggelam akibat perahu karam di Sungai Tamiang.
Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (8/9/2025) malam hingga Selasa (9/9/2025) dini hari.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery, S.STP, MSP, menjelaskan, jasad Ardi Candra lebih dulu ditemukan pada Senin (8/9) sekitar pukul 23.05 WIB, berjarak tiga kilometer dari lokasi kejadian. Tidak lama berselang, Selasa (9/9) pukul 01.35 WIB, jasad anaknya, Ubai, kembali ditemukan sekitar tiga kilometer dari titik awal.
“Proses evakuasi melibatkan tim rescuer BPBD, Dinas Damkarmat, Basarnas Pos SAR Langsa, Satgas SAR Aceh Tamiang, unsur TNI/Polri, serta masyarakat,” ujar Iman Suhery.
Kedua jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Kampung Tanjung Mulia, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.
Sebelumnya, pada Minggu (7/9) pagi sekitar pukul 08.15 WIB, Ardi Candra bersama dua anaknya dan seorang keponakan berangkat memancing menggunakan sampan. Namun, tak lama setelah berlayar, perahu yang ditumpangi mengalami kebocoran dan karam.
Ardi sempat berhasil menyelamatkan salah satu anak dan keponakannya. Namun, saat berusaha menolong anak sulungnya, Ubai Fadillah, ia ikut terseret arus deras. Debit air sungai yang meningkat akibat kiriman dari hulu membuat keduanya tak tertolong.
Musibah ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.






