Dua Korban Perahu Karam di Sungai Tamiang Ditemukan Meninggal Dunia

- Penulis

Selasa, 9 September 2025 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL | ACEH TAMIANG – Setelah dua hari dilakukan pencarian, tim gabungan akhirnya menemukan jasad Ardi Candra (40) dan anaknya, Ubai Fadillah Candra (11), korban tenggelam akibat perahu karam di Sungai Tamiang.

Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (8/9/2025) malam hingga Selasa (9/9/2025) dini hari.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery, S.STP, MSP, menjelaskan, jasad Ardi Candra lebih dulu ditemukan pada Senin (8/9) sekitar pukul 23.05 WIB, berjarak tiga kilometer dari lokasi kejadian. Tidak lama berselang, Selasa (9/9) pukul 01.35 WIB, jasad anaknya, Ubai, kembali ditemukan sekitar tiga kilometer dari titik awal.

“Proses evakuasi melibatkan tim rescuer BPBD, Dinas Damkarmat, Basarnas Pos SAR Langsa, Satgas SAR Aceh Tamiang, unsur TNI/Polri, serta masyarakat,” ujar Iman Suhery.

Kedua jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Kampung Tanjung Mulia, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.

Sebelumnya, pada Minggu (7/9) pagi sekitar pukul 08.15 WIB, Ardi Candra bersama dua anaknya dan seorang keponakan berangkat memancing menggunakan sampan. Namun, tak lama setelah berlayar, perahu yang ditumpangi mengalami kebocoran dan karam.

Ardi sempat berhasil menyelamatkan salah satu anak dan keponakannya. Namun, saat berusaha menolong anak sulungnya, Ubai Fadillah, ia ikut terseret arus deras. Debit air sungai yang meningkat akibat kiriman dari hulu membuat keduanya tak tertolong.

Musibah ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelayanan Kesehatan Paska Banjir di Dusun Alue Lhok, Gampong Siren Tujoh oleh BLUD Puskesmas Syamtalira Bayu
Pagar Puskesmas Syamtalira Bayu Ambruk, Jalur Nasional Terancam Abrasi
Resmi Dilantik, empat Geuchik di Kecamatan Lapang Siap Pimpin Pembangunan
Ditjen Dukcapil Kemendagri Bawa Peralatan Perekaman, Cetak Dokumen, hingga Starlink ke Aceh Utara
Banjir 26 November 2025 Rendam SDN 7 Tanah Luas, Siswa Masih Belajar di Lantai Tanpa Buku
Banjir Besar Sejak 26 November 2025, Camat Lapang dan Danposramil Bersihkan Balai Desa dan Kantor Pemerintahan
Genangan Meluas, Pemkab Aceh Utara Resmi Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir
BNPB Dan Satgas Bencana BWS I Medan Tangani Genangan Banjir Krueng Lingka
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:04 WIB

Pelayanan Kesehatan Paska Banjir di Dusun Alue Lhok, Gampong Siren Tujoh oleh BLUD Puskesmas Syamtalira Bayu

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:53 WIB

Pagar Puskesmas Syamtalira Bayu Ambruk, Jalur Nasional Terancam Abrasi

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:52 WIB

Resmi Dilantik, empat Geuchik di Kecamatan Lapang Siap Pimpin Pembangunan

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:27 WIB

Ditjen Dukcapil Kemendagri Bawa Peralatan Perekaman, Cetak Dokumen, hingga Starlink ke Aceh Utara

Senin, 12 Januari 2026 - 13:55 WIB

Banjir 26 November 2025 Rendam SDN 7 Tanah Luas, Siswa Masih Belajar di Lantai Tanpa Buku

Berita Terbaru