Cuaca yang Salah (Lagi): Komedi Putar Pemadaman Listrik PLN Aceh Berkedok “Manajemen Beban”

- Penulis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITA NASIONAL| BANDA ACEH— Masyarakat Aceh kembali disuguhi tontonan klasik yang tak pernah absen dari panggung pelayanan publik: pemadaman listrik. Melalui rilis resmi bertajuk “Info Kelistrikan PLN UID Aceh” bertanggal 23 Mei 2026, PT PLN (Persero) mengumumkan bahwa mereka sedang melakukan apa yang mereka sebut dengan istilah keren: “Manajemen Beban”.

Bagi masyarakat awam, istilah estetis tersebut punya arti yang jauh lebih sederhana dan menyakitkan: Mati Lampu.

Kambing Hitam Bernama “Cuaca Ekstrem”

Kali ini, PLN menunjuk hidung gangguan transmisi 275 kV Muara Bungo – Sungai Rumbai akibat “cuaca ekstrem” di Sumatra sebagai biang keroknya. Hebatnya, gangguan yang terjadi entah berapa ratus kilometer di luar Aceh, dampaknya sukses membuat warga Serambi Mekkah kembali ke zaman batu secara berkala.

Masyarakat pun mulai bertanya-tanya, apakah sistem kelistrikan kita ini terbuat dari kerupuk yang langsung lembek begitu tersengat cuaca ekstrem? Komitmen menuju digitalisasi dan modernisasi seolah menguap setiap kali awan mendung datang.

“Langkah Terukur” yang Mengukur Kesabaran Warga

Dalam rilisnya, Lukman Hakim selaku Manager Komunikasi & TJSL PLN UID Aceh menyebutkan bahwa langkah pemadaman ini dilakukan secara “terukur” untuk menjaga keandalan sistem.

Satu-satunya hal yang benar-benar terukur di sini tampaknya adalah tingkat kekesalan warga dan penurunan omzet para pelaku UMKM yang ketergantungan pada arus listrik.

Menghimbau masyarakat untuk “tetap tenang” di tengah cuaca panas tanpa kipas angin atau AC, sambil menyaksikan daya baterai ponsel perlahan sekarat, adalah bentuk humor sarkasme terbaik yang didelegasikan oleh korporasi pelat merah ini.

Pantau Lewat Aplikasi Saat Ponsel Mati?

Di akhir pengumuman, PLN dengan penuh percaya diri meminta masyarakat memantau perkembangan penanganan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile. Sebuah saran yang sangat visioner, mengingat untuk membuka aplikasi tersebut dibutuhkan jaringan internet yang stabil—sesuatu yang biasanya ikut mokat alias hilang sinyal begitu listrik dipadamkan.

Masyarakat tidak butuh istilah-istilah teknis kosmetik seperti manajemen beban, pemulihan bertahap, atau keandalan sistem. Yang masyarakat butuhkan sangat sederhana: Listrik hidup, tagihan masuk akal, dan janji pelayanan yang ditepati.

Sampai sistem kelistrikan Sumatra benar-benar “pulih secara bertahap”, warga Aceh tampaknya harus kembali menyiapkan lilin, menyalakan genset bagi yang mampu, dan tentu saja, melapangkan dada untuk menerima kenyataan bahwa dalam urusan mati lampu, konsumenlah yang selalu menanggung beban yang sebenarnya. (Mul)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202
SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN
Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera
Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai
Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak
Optimalkan Aliran Air, Alat Berat Dikerahkan untuk Pembersihan Bendung Krueng Pase Aceh Utara
Niatnya Cari Air Minum, Malah Panen Api: Proyek Sumur Bor Lhoksukon yang “Membakar” Ketenangan Warga
Kodim 0103/Aceh Utara Launching Koperasi Desa Merah Putih, Camat Lapang hingga Anggota DPRK Hadir
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202

Senin, 8 Juni 2026 - 14:47 WIB

SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:32 WIB

Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:40 WIB

Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:15 WIB

Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak

Berita Terbaru