Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat di Pidie, Komandan Ibrahim: Jangan Ulangi Kegagalan Dana Otsus

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIGLI | PELITA NASIONAL – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan depan Pidie Convention Center (PCC) Sigli tengah menjadi sorotan. Proyek strategis yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 200 miliar ini digadang-gadang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Pidie, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

 

Kehadiran proyek ini mendapat dukungan luas, tak terkecuali dari kalangan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Salah satu tokoh, Komandan Ibrahim Pidie, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar pengalaman pahit masa lalu, khususnya terkait penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus), tidak terulang.

 

“Kami mendengar ada rencana pembangunan Sekolah Rakyat bernilai besar. Ini niat yang baik untuk anak-anak kita, terutama dari kalangan kurang mampu. Kami ingin ikut berkontribusi agar merasa menjadi bagian dari pembangunan itu,” ujar Ibrahim Pidie kepada wartawan, Selasa (11/11/2025).

 

Menurut Ibrahim, pelibatan masyarakat lokal, termasuk mantan kombatan, bukan sekadar memberikan kesempatan kerja, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap proyek pendidikan tersebut. Ia menekankan pentingnya transparansi, pengawasan, dan akuntabilitas agar dana publik digunakan tepat sasaran.

 

“Pengalaman masa lalu menjadi pelajaran berharga. Banyak program pembangunan sebelumnya tidak maksimal karena kurangnya keterlibatan masyarakat dan pengawasan yang lemah. Sekolah Rakyat bisa menjadi momentum positif untuk memperluas kesempatan pelatihan dan pemberdayaan,” tambahnya.

 

Ibrahim menegaskan, pihaknya tidak meminta bantuan uang, melainkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pembangunan dan pelatihan. Dengan demikian, mantan kombatan dapat meningkatkan kemampuan sekaligus berkontribusi nyata bagi masyarakat.

 

Dukungan ini juga menjadi simbol semangat rekonsiliasi dan kebersamaan. “Kami ingin menjadi bagian dari sejarah baik ini, berkontribusi nyata untuk masa depan generasi penerus. Program ini akan membuka peluang pendidikan lebih luas bagi anak-anak Aceh dan menjadi langkah nyata memutus rantai kemiskinan,” ujar Ibrahim.

 

Pengamat pendidikan menilai, keterlibatan masyarakat dalam proyek strategis seperti Sekolah Rakyat dapat memperkuat rasa kepemilikan, meningkatkan transparansi, dan meminimalkan potensi penyalahgunaan anggaran. Hal ini menjadi penting mengingat sejarah proyek besar di Aceh sebelumnya yang terkendala akibat kurangnya pengawasan dan partisipasi lokal.

 

Pemerintah daerah berharap, pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi simbol investasi fisik, tetapi juga investasi sosial dan human capital. Sekolah ini diharapkan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing, selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.

 

“Keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk mantan kombatan, menjadi kunci agar proyek ini benar-benar membawa manfaat bagi Pidie. Ini bukan sekadar pembangunan sekolah, tetapi langkah strategis mencetak generasi penerus yang lebih baik,” tutup Ibrahim.

 

Laporan: Fahrul

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istri Gubernur Aceh, Salmawati, Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Sawang, Aceh Utara
Medan–Banda Aceh Segera Tersambung Kembali, Dua Jembatan Bailey Dipasang 24 Jam di Bireuen
Presiden Prabowo Tiba di Aceh, Tinjau Dampak Banjir dan Bertemu Gubernur Muzakir Manaf
Forum Kemakmuran Masjid Seluruh Indonesia Salurkan Bantuan Sembako di Kuala Jangkoi, Lapang, Aceh Utara
Direktur RSUD Cut Meutia Aceh Utara Berikan Pelayanan Medis untuk Korban Banjir di Kecamatan Lapang
Kapolres Aceh Utara Serahkan Bantuan Sembako ke Pengungsi Banjir di Kecamatan Lapang
Di Tengah Lumpur dan Puing, Jurnalis Hadir Menemani Warga Terdampak Banjir Bandang
Polres Aceh Utara Terus Salurkan Bantuan, Kapolres AKBP Trie Aprianto Tegaskan Komitmen Kemanusiaan
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Desember 2025 - 18:15 WIB

Istri Gubernur Aceh, Salmawati, Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Sawang, Aceh Utara

Minggu, 7 Desember 2025 - 12:29 WIB

Medan–Banda Aceh Segera Tersambung Kembali, Dua Jembatan Bailey Dipasang 24 Jam di Bireuen

Minggu, 7 Desember 2025 - 11:50 WIB

Presiden Prabowo Tiba di Aceh, Tinjau Dampak Banjir dan Bertemu Gubernur Muzakir Manaf

Sabtu, 6 Desember 2025 - 18:39 WIB

Forum Kemakmuran Masjid Seluruh Indonesia Salurkan Bantuan Sembako di Kuala Jangkoi, Lapang, Aceh Utara

Sabtu, 6 Desember 2025 - 16:29 WIB

Direktur RSUD Cut Meutia Aceh Utara Berikan Pelayanan Medis untuk Korban Banjir di Kecamatan Lapang

Berita Terbaru