Lapang, Aceh Utara – Camat Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, pada Selasa, 3 Februari 2026, secara resmi melantik Geuchik Gampong Keureutou dan Gampong Merbo Lama. Pelantikan ini menandai awal masa jabatan para geuchik terpilih untuk memimpin dan mengelola pemerintahan desa di kedua gampong tersebut selama periode 2026.
Acara pelantikan berlangsung khidmat di aula balai kecamatan Lapang dan dihadiri oleh aparat kecamatan, tokoh masyarakat, perangkat gampong, serta warga setempat. Suasana penuh antusiasme dan harapan terlihat dari kehadiran masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung prosesi pengambilan sumpah jabatan para geuchik.
Dalam sambutannya, Camat Lapang, Muzakir, menekankan pentingnya peran geuchik sebagai pemimpin masyarakat di tingkat desa. Menurutnya, geuchik tidak hanya berfungsi sebagai kepala administrasi, tetapi juga sebagai fasilitator pembangunan, penggerak program kesejahteraan masyarakat, serta penjaga kepercayaan warga terhadap pemerintahan desa. “Pelantikan ini bukan sekadar formalitas, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas,” ujar Muzakir.
Camat juga mengingatkan para geuchik agar mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mendorong partisipasi warga dalam pembangunan desa, serta mengoptimalkan program pemerintah yang sudah berjalan. Ia berharap kepemimpinan Geuchik Keureutou dan Merbo Lama dapat membawa perubahan positif, baik dalam hal administrasi pemerintahan maupun kesejahteraan warga.
Acara pelantikan di aula balai kecamatan ini juga menjadi momen penting bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan mendukung para geuchik baru. Dengan kepemimpinan yang kuat, transparan, dan akuntabel, diharapkan setiap program pembangunan desa dapat terlaksana dengan efektif, mulai dari pengelolaan administrasi desa, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan di masing-masing gampong.
Dengan dilantiknya Geuchik Keureutou dan Merbo Lama, masyarakat menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru ini mampu menjawab berbagai tantangan desa, meningkatkan partisipasi warga dalam pembangunan, dan menciptakan lingkungan sosial yang harmonis serta produktif. Pelantikan ini menjadi tonggak awal terciptanya pemerintahan desa yang profesional dan berorientasi pada kemajuan masyarakat. (Mul)






