Dukung Ketahanan Pangan, Pangdam IM Kerahkan Babinsa untuk Optimalisasi Lahan

- Penulis

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (PN) – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan memaksimalkan pemanfaatan lahan tidur di Provinsi Aceh, Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr. (Han), menginstruksikan seluruh Komandan Kodim di jajaran Kodam IM untuk mengerahkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam mempercepat pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan.

Program ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani antara Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Senin (4/12/2023). Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian, meningkatkan produksi, serta mengembalikan swasembada pangan yang pernah dicapai pada tahun 2017, 2019, dan 2020. Fokus utama program adalah mengoptimalkan lahan tidur dan rawa mineral seluas 10 juta hektare untuk mengantisipasi dampak El Niño dan memperkuat sektor pertanian.

Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah mengolah lahan-lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya di sektor pertanian. “Optimalisasi lahan sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa bekerja sama dengan petani, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat. Mereka tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga terlibat langsung dalam pengelolaan lahan tidur. Babinsa memastikan penggunaan teknologi pertanian yang tepat guna agar produktivitas hasil pertanian dapat meningkat secara signifikan.

Pangdam IM menjelaskan bahwa program ini telah berjalan di berbagai kabupaten di Aceh, dengan fokus pada lahan potensial yang belum dikelola secara maksimal. “Kami berupaya untuk mengoptimalkan semua potensi yang ada demi mendukung program ketahanan pangan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tambahnya.

Data hasil Survei Investigasi Desain (SID) yang dilakukan Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universitas Malikussaleh (Unimal) bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh serta Kodam IM menunjukkan target luas lahan yang akan dioptimalkan mencapai 11.557,25 hektare. Beberapa kabupaten telah menunjukkan pencapaian signifikan sejak program dimulai pada April 2024. Misalnya, Kodim 0103/Aceh Utara mencapai 100% dari target 2.037 hektare, dan Kodim 0104/Aceh Timur juga terealisasi 100% dari target 2.000 hektare.

Secara keseluruhan, total lahan yang telah dioptimalkan mencapai 10.764,10 hektare dengan pencapaian rata-rata 93,14%. Dari jumlah tersebut, lahan yang sudah ditanami mencapai 11.072,16 hektare.

Dengan sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, Program Optimalisasi Lahan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan, khususnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Pada akhirnya, hal ini akan memperkuat ketahanan pangan di Aceh dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Kodam Iskandar Muda berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Aceh melalui berbagai program strategis, dengan Babinsa sebagai ujung tombak pelaksana di lapangan. Sebagai bagian dari tugas pokok TNI, Kodam IM terus mendukung masyarakat melalui pembinaan teritorial dan komunikasi sosial, serta membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

Kodam Iskandar Muda selalu peduli dengan berbagai persoalan masyarakat, karena menjalankan salah satu tugas pokoknya yaitu melakukan Pembinaan Teritorial. Sesuai motto Pangdam Iskandar Muda, “Sebaik-baik manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi orang banyak.”

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Bupati Aceh Utara Pimpin Rapat Evaluasi Huntara dan Penanganan Masa Transisi Darurat Pemulihan Banjir
Warga Matang Sijuek Barat Gunakan Hak Pilih, Sofyan dan Tarmizi Bersaing Rebut Kursi Geuchik
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara Gelar Tradisi Peusijuek Calon Jamaah Haji 2026
BPMA dan PGE Sosialisasikan Rencana Pemboran Eksplorasi Migas di Aceh Utara
Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi (Panyang) Buka Pelatihan Kader Ulama (PKU) Tahun 2026
Dandim 0103/Aceh Utara Percepat Pembangunan Jembatan Plu Pakam dan Sosialisasi Koperasi Merah Putih
Peringati Hari Otonomi Daerah ke-30, Pemkab Aceh Utara Tekankan Semangat Desentralisasi dan Pelayanan Publik
JKA Terancam Putus per 1 Mei: Geuchik Harus Ambil Alih Peran Operator Desa yang Macet Demi Hak Sehat Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 22:28 WIB

Wakil Bupati Aceh Utara Pimpin Rapat Evaluasi Huntara dan Penanganan Masa Transisi Darurat Pemulihan Banjir

Senin, 4 Mei 2026 - 10:57 WIB

Warga Matang Sijuek Barat Gunakan Hak Pilih, Sofyan dan Tarmizi Bersaing Rebut Kursi Geuchik

Kamis, 30 April 2026 - 20:29 WIB

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara Gelar Tradisi Peusijuek Calon Jamaah Haji 2026

Kamis, 30 April 2026 - 14:47 WIB

BPMA dan PGE Sosialisasikan Rencana Pemboran Eksplorasi Migas di Aceh Utara

Rabu, 29 April 2026 - 13:38 WIB

Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi (Panyang) Buka Pelatihan Kader Ulama (PKU) Tahun 2026

Berita Terbaru

Pendidikan

Ziarah atau Pameran Ketika Kuburan Jadi Studio Foto

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:16 WIB