PELITANASIONAL | PALESTINA – Seorang bayi berusia dua bulan, Raseel Abu Masoud, meninggal di Kompleks Medis Nasser, Khan Younis. Ia wafat karena kekurangan gizi parah.
Tragedi ini kembali menyoroti krisis kemanusiaan di Jalur Gaza, di mana kelangkaan makanan dan obat semakin fatal akibat blokade Israel.
Anak-Anak Terancam Kelaparan
Keluarga Raseel kesulitan mendapat susu formula dan obat dasar. Kondisi itu membuat bayi malang ini menderita malnutrisi akut. Ribuan anak Gaza kini menghadapi nasib serupa.
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan hampir sepertiga anak Gaza sudah kekurangan gizi. Sementara itu, ratusan truk bantuan masih tertahan di perbatasan karena pembatasan Israel.
Blokade Hantam Dunia Pendidikan
Blokade tidak hanya mematikan sektor kesehatan, tapi juga melumpuhkan pendidikan. Ribuan sekolah hancur akibat serangan udara. Bangunan sekolah yang tersisa kini berfungsi sebagai tempat penampungan pengungsi.
“Anak-anak tidak hanya kehilangan hak atas makanan, tapi juga pendidikan,” kata seorang relawan pendidikan di Gaza. Banyak siswa terpaksa berhenti belajar. Buku, listrik, dan internet sulit diakses.
Laporan organisasi internasional mencatat lebih dari 70 persen fasilitas pendidikan tidak berfungsi. Ribuan guru tidak bisa mengajar karena keterbatasan transportasi dan ancaman keamanan.
Peringatan Dunia Internasional
PBB, UNICEF, dan lembaga kemanusiaan menuntut Israel membuka akses bantuan tanpa syarat. “Setiap hari yang terlewat berarti ada nyawa anak-anak yang dipertaruhkan,” tegas UNICEF.
Gelombang solidaritas dunia terus bermunculan. Negara-negara sahabat menekan Israel agar mengakhiri blokade dan membuka jalur bantuan medis serta pangan.