Truk Misterius Berplat Ganda Terbongkar, Muat Motor Ilegal dari Thailand

- Penulis

Selasa, 16 September 2025 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL| LANGSA – Tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Langsa kembali mencetak prestasi dalam upaya memberantas penyelundupan barang ilegal.

Sebanyak delapan unit sepeda motor berbagai merek beserta 20 koli suku cadang asal Thailand berhasil diamankan setelah diangkut menggunakan satu truk Mitsubishi Colt Diesel bernomor polisi ganda, Senin (15/9/2025).

Kepala KPPBC TMP C Langsa, Dwi Harmawanto, menjelaskan penindakan bermula dari informasi masyarakat yang menyebut adanya pengiriman barang ilegal melalui jalur laut di Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang. Barang-barang itu rencananya dibawa menuju Sumatera Utara lewat jalur darat.

“Informasi itu langsung ditindaklanjuti. Tim P2 melakukan patroli di Jalan Lintas Medan–Banda Aceh. Sekitar pukul 18.00 WIB, petugas menemukan truk mencurigakan melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Medan,” ungkap Dwi.

Upaya penghentian sempat mendapat perlawanan. Truk tersebut menolak berhenti dan mencoba kabur dengan masuk ke jalur perkebunan sawit di kawasan Trenggulun.

Dalam pengejaran yang berlangsung hingga 35 kilometer selama lebih dari satu jam, salah satu kendaraan petugas bahkan tergelincir ke parit. Meski sempat kehilangan jejak, tim akhirnya menemukan truk terparkir di kawasan Bandar Setia, Aceh Tamiang.

Saat diperiksa, truk tersebut berisi sepeda motor berplat nomor Thailand beserta puluhan paket suku cadang. Sopir maupun awak kendaraan tidak ditemukan di lokasi. Petugas juga mendapati adanya plat nomor lain yang diduga digunakan untuk mengelabui aparat.

Selanjutnya, kendaraan beserta muatan diamankan ke KPPBC TMP C Langsa untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. “Kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas penyelundupan ini,” tegas Dwi.

Ia menambahkan, penindakan ini sekaligus menunjukkan komitmen Bea Cukai sebagai community protector dalam melindungi masyarakat dari masuknya barang ilegal.

“Kami tidak akan mentolerir setiap pelanggaran kepabeanan dan cukai. Predikat Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI-WBBM) menjadi bukti keseriusan kami menjaga integritas dan pelayanan publik,” ujarnya.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202
SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN
Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera
Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai
Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak
Optimalkan Aliran Air, Alat Berat Dikerahkan untuk Pembersihan Bendung Krueng Pase Aceh Utara
Cuaca yang Salah (Lagi): Komedi Putar Pemadaman Listrik PLN Aceh Berkedok “Manajemen Beban”
Niatnya Cari Air Minum, Malah Panen Api: Proyek Sumur Bor Lhoksukon yang “Membakar” Ketenangan Warga
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202

Senin, 8 Juni 2026 - 14:47 WIB

SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:32 WIB

Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:40 WIB

Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:15 WIB

Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak

Berita Terbaru