World Cleanup Day 2025 Siap Digelar di Aceh, Libatkan Ribuan Relawan

- Penulis

Jumat, 26 September 2025 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL | BANDA ACEH – Gerakan peduli lingkungan World Cleanup Day (WCD) Aceh 2025 siap kembali digelar dengan melibatkan ribuan relawan dari berbagai kalangan.

Aksi bersih-bersih massal ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 27 September 2025, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB di Taman Sri Ratu Safiatuddin dan sepanjang bantaran Sungai Lampriek.

Mengusung tema “Menuju Indonesia Bersih 2029”, kegiatan ini selaras dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yakni pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2029.

Sejumlah unsur masyarakat akan terlibat, mulai dari komunitas, pelajar, mahasiswa, organisasi masyarakat, sektor swasta, hingga instansi pemerintah.

Leader WCD Aceh, Muhammad Luthfi, menyampaikan bahwa sejak Juli pihaknya telah menggelar berbagai rangkaian kegiatan sebagai bagian dari persiapan menuju hari puncak.

“Mulai dari plogging bersama komunitas di area Car Free Day hingga Diskusi Aspirasi Kota yang menghasilkan policy brief. Dokumen itu akan kami serahkan kepada para pemangku kepentingan pada puncak acara nanti,” ujarnya dalam siaran pers.

Pada pelaksanaannya, peserta akan dibagi ke dalam sembilan titik aksi di sekitar lokasi kegiatan. Mereka akan melakukan pemilahan sampah berdasarkan kategori organik, anorganik, B3, dan residu. WCD menargetkan setidaknya 50 persen sampah yang terkumpul dapat terpilah sesuai jenisnya.

Public Relation Coordinator WCD Aceh, A. Rommy Djufar, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan sarana edukasi publik untuk membangun kesadaran kolektif.

“Harapan kami lahir agents of change dari kegiatan ini, yang bisa menjadi inspirasi di lingkungannya sehingga gerakan peduli sampah dapat tumbuh berkelanjutan di masyarakat,” katanya.

Bagi masyarakat yang ingin bergabung, panitia membuka pendaftaran melalui QR Code di akun Instagram resmi @wcdid.aceh atau tautan tr.ee/wcdacehberaksi.

“Keterlibatan masyarakat luas menjadi langkah penting menuju Aceh yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutup Luthfi.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tumpukan Kayu Hanyut Ancam Aliran Sungai di Meunasah Mee, Warga Minta Penanganan Segera
HUT Pidie Jaya ke-19, Pemkab Gelar Zikir dan Tausiah Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H
GANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN WARGA, 16 SEPMOR KNALPOT BRONG DIAMANKAN KE POLRES ACEH UTARA
DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202
SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN
Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera
Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai
Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 14:25 WIB

Tumpukan Kayu Hanyut Ancam Aliran Sungai di Meunasah Mee, Warga Minta Penanganan Segera

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:43 WIB

HUT Pidie Jaya ke-19, Pemkab Gelar Zikir dan Tausiah Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:45 WIB

GANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN WARGA, 16 SEPMOR KNALPOT BRONG DIAMANKAN KE POLRES ACEH UTARA

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202

Senin, 8 Juni 2026 - 14:47 WIB

SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN

Berita Terbaru