Generasi Sehat, Masa Depan Hebat: Wabup Aceh Utara Dorong Transformasi Nyata di Layanan Kesehatan

- Penulis

Rabu, 12 November 2025 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LHOKSUKON | PELITA NASIONAL Lapangan Landing di pusat Kota Lhoksukon pagi itu menjadi saksi semangat baru pembangunan kesehatan di Aceh Utara. Dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Rabu (12/11/2025), Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, S.I.Kom atau Panyang, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan adalah hak dasar masyarakat, bukan sekadar proyek atau status administratif.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Utara siap mendukung agenda nasional Kementerian Kesehatan, terutama enam pilar pembangunan kesehatan. Yang lebih penting adalah transformasi ini benar-benar menyentuh masyarakat di lapangan,” ujar Tarmizi dalam amanatnya.

Kesenjangan Fasilitas Puskesmas

Secara administratif, Aceh Utara memiliki 32 Puskesmas yang seluruhnya berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Namun, hanya 13 Puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap memadai. Pasien dari kecamatan tanpa ruang perawatan harus dirujuk ke puskesmas lain atau rumah sakit kabupaten, menambah biaya dan waktu tempuh, bahkan berisiko bagi pasien darurat.

“Status BLUD saja tidak cukup jika fasilitas dan SDM belum seimbang. Koordinasi antar-puskesmas sangat penting untuk merespons cepat kasus darurat,” jelas Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Abdurrahman, SKM.

Pemerataan Tenaga Medis

Sekretaris Daerah Aceh Utara, Dr. A. Murtala, M.Si, menekankan kesehatan sebagai fondasi pembangunan daerah. Distribusi tenaga medis masih timpang, dengan beberapa puskesmas memiliki empat dokter, sementara wilayah lain hanya satu dokter harus melayani puluhan desa. Pemerintah juga memperluas layanan kesehatan ke pesantren besar agar masyarakat tidak perlu mencari layanan kesehatan sendiri.

BLUD Bukan Sekadar Label

Tarmizi menegaskan bahwa BLUD harus menjadi motor percepatan pelayanan, bukan sekadar label administratif. Transformasi kesehatan diukur dari kualitas pelayanan, pemerataan fasilitas, dan penghargaan terhadap tenaga kesehatan.

“Masyarakat tidak peduli status BLUD, mereka butuh layanan nyata. Kami akan dorong pemerataan formasi ASN dan peningkatan kompetensi tenaga medis,” tegasnya.

Apresiasi Tenaga Kesehatan dan Fasilitas Terbaik

HKN ke-61 juga menjadi ajang penghargaan bagi tenaga kesehatan, puskesmas, klinik, dan posyandu terbaik. Beberapa penerima antara lain: Ns. Jasroni, Kepala Puskesmas Terfavorit; Fiza Balqis, pembuat video promosi kesehatan terbaik; Puskesmas Lhoksukon sebagai Puskesmas Terbersih I; Pustu Blang Syamtalira Aron sebagai Pustu Terbaik; serta Posyandu Permata Hati Nisam Antara sebagai Posyandu Terbaik. Kader Posyandu teladan juga mendapat penghargaan, termasuk Mouliza, Qamariah, dan Syarifah Asmaul Husna.

“Ini bukan soal siapa yang menang, tapi semangat ini menjadi inspirasi bagi seluruh tenaga kesehatan di Aceh Utara,” ujar Tarmizi.

Momentum Evaluasi dan Transformasi

Peringatan HKN bukan sekadar seremoni, tetapi refleksi nyata bagi pemerintah daerah. Pemerataan fasilitas dan penguatan layanan primer masih menjadi pekerjaan rumah, terutama di wilayah pelosok seperti Langkahan, Cot Girek, dan Dewan. Dinas Kesehatan Aceh Utara memastikan hasil evaluasi HKN akan ditindaklanjuti dengan penataan sistem rujukan dan kerja sama lintas sektor.

“Mari kita jadikan HKN ini momentum memperkuat komitmen dan menumbuhkan optimisme. Dari individu dan keluarga yang sehat, akan lahir masyarakat yang kuat,” pungkas Wakil Bupati Tarmizi.

Dengan langkah konkret dan komitmen nyata, Aceh Utara diharapkan menjadi contoh daerah yang mampu mewujudkan sistem kesehatan inklusif, mandiri, dan berkeadilan.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istri Gubernur Aceh, Salmawati, Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Sawang, Aceh Utara
Medan–Banda Aceh Segera Tersambung Kembali, Dua Jembatan Bailey Dipasang 24 Jam di Bireuen
Presiden Prabowo Tiba di Aceh, Tinjau Dampak Banjir dan Bertemu Gubernur Muzakir Manaf
Forum Kemakmuran Masjid Seluruh Indonesia Salurkan Bantuan Sembako di Kuala Jangkoi, Lapang, Aceh Utara
Direktur RSUD Cut Meutia Aceh Utara Berikan Pelayanan Medis untuk Korban Banjir di Kecamatan Lapang
Kapolres Aceh Utara Serahkan Bantuan Sembako ke Pengungsi Banjir di Kecamatan Lapang
Di Tengah Lumpur dan Puing, Jurnalis Hadir Menemani Warga Terdampak Banjir Bandang
Polres Aceh Utara Terus Salurkan Bantuan, Kapolres AKBP Trie Aprianto Tegaskan Komitmen Kemanusiaan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Desember 2025 - 18:15 WIB

Istri Gubernur Aceh, Salmawati, Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Sawang, Aceh Utara

Minggu, 7 Desember 2025 - 12:29 WIB

Medan–Banda Aceh Segera Tersambung Kembali, Dua Jembatan Bailey Dipasang 24 Jam di Bireuen

Minggu, 7 Desember 2025 - 11:50 WIB

Presiden Prabowo Tiba di Aceh, Tinjau Dampak Banjir dan Bertemu Gubernur Muzakir Manaf

Sabtu, 6 Desember 2025 - 18:39 WIB

Forum Kemakmuran Masjid Seluruh Indonesia Salurkan Bantuan Sembako di Kuala Jangkoi, Lapang, Aceh Utara

Sabtu, 6 Desember 2025 - 16:29 WIB

Direktur RSUD Cut Meutia Aceh Utara Berikan Pelayanan Medis untuk Korban Banjir di Kecamatan Lapang

Berita Terbaru