LSM KOMPAK Desak Pemkab Abdya Hentikan Dugaan Monopoli Dukungan Lahan Sawit

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH BARAT DAYA |PELITA NASIONAL – LSM KOMPAK menyoroti dugaan monopoli dukungan lahan sawit rakyat seluas ±12.500 hektare yang diarahkan hanya kepada satu Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Kebijakan ini dinilai menutup ruang persaingan, menciptakan ketergantungan petani, dan berpotensi melanggar UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Ketua LSM KOMPAK, Saharuddin, menegaskan bahwa kebijakan tersebut menempatkan ribuan petani Abdya dalam posisi subordinat terhadap satu perusahaan.

“Ini tidak sehat secara ekonomi dan rawan bertentangan dengan regulasi tentang persaingan usaha serta tata kelola komoditas perkebunan,” tegasnya, Jumat (14/11/2025).

Abdya merupakan salah satu sentra kelapa sawit produktif di pantai barat Aceh, dengan ribuan keluarga menggantungkan pendapatan pada harga Tandan Buah Segar (TBS).

Menurut berbagai kajian ekonomi perkebunan, termasuk pendekatan industrial cluster Michael Porter, daerah dengan potensi hulu besar membutuhkan hilirisasi kompetitif agar nilai tambah bisa dinikmati masyarakat.

Namun, kebijakan dukungan tunggal justru menghambat terbentuknya pasar yang sehat.

Data dari Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan menunjukkan bahwa multiple mill policy meningkatkan daya tawar petani, menstabilkan harga TBS, dan mempercepat pertumbuhan lapangan kerja.

Saharuddin menekankan, Abdya seharusnya mampu menopang 2–3 PKS.

“Mengunci dukungan hanya pada satu PKS sama artinya membatasi potensi ekonomi daerah sendiri,” ujarnya.

LSM KOMPAK mendesak Pemkab Abdya mengevaluasi seluruh proses penetapan dukungan lahan, membentuk tim independen, serta membuka ruang bagi PKS baru dengan pembagian lahan adil dan mekanisme harga TBS transparan.

“Keberhasilan Abdya sebagai penghasil sawit besar bergantung pada kebijakan yang adil. Jika pemerintah menutup pintu persaingan, maka turut menutup pintu kesejahteraan rakyat,” pungkas Saharuddin.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Kebugaran di Tengah Kesibukan, Bupati Aceh Utara Ayah Wa Berolahraga Bersama Ketua DPW Partai Aceh
Dinasti Setoran Sukoharjo: Ketika Jabatan Bupati Diwariskan Lengkap dengan Tarif Upetinya
Camat Lhoksukon Kukuhkan Tuha Peut Gampong, Wujudkan Pemerintahan Desa yang Kuat dan Berintegritas
Anak yang Berjalan Sendiri ke Gerbang Sekolah
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Kesiapan Yonif TP 932/Sunan Bonang, Perkuat Pertahanan dan Ketahanan Wilayah
Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Keureuto di Aceh Utara Resmi Beroperasi
Bupati Aceh Utara Hadiri Peresmian Bendungan Krueng Keureuto oleh Presiden Prabowo
Pekan Depan, Bupati Aceh Utara Salurkan Sepeda Motor untuk 852 Imum Gampong
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 17:58 WIB

Jaga Kebugaran di Tengah Kesibukan, Bupati Aceh Utara Ayah Wa Berolahraga Bersama Ketua DPW Partai Aceh

Senin, 13 Juli 2026 - 16:01 WIB

Dinasti Setoran Sukoharjo: Ketika Jabatan Bupati Diwariskan Lengkap dengan Tarif Upetinya

Senin, 13 Juli 2026 - 11:28 WIB

Camat Lhoksukon Kukuhkan Tuha Peut Gampong, Wujudkan Pemerintahan Desa yang Kuat dan Berintegritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:27 WIB

Anak yang Berjalan Sendiri ke Gerbang Sekolah

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:49 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Kesiapan Yonif TP 932/Sunan Bonang, Perkuat Pertahanan dan Ketahanan Wilayah

Berita Terbaru

Nasional

Anak yang Berjalan Sendiri ke Gerbang Sekolah

Sabtu, 11 Jul 2026 - 07:27 WIB