Mantan GAM Daerah 3 Tgk Syik Paya Bakong Kini Produktif sebagai Petani Sawah di Tanah Luas

- Penulis

Rabu, 19 November 2025 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH UTARA — Hasboh, yang akrab disapa Tentara Mulia, mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Daerah 3 Tgk Syik Paya Bakong Wilayah Samudera Pase, kini menapaki kehidupan baru sebagai petani produktif setelah reintegrasi pasca perdamaian Aceh pada 15 Agustus 2005.

Perdamaian dicapai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki antara Pemerintah Republik Indonesia dan GAM di Finlandia.

Warga Gampong Matang Baloy, Kecamatan Tanah Luas, ini sekarang mengelola sawah seluas sekitar 1,5 hektar dengan penuh keseriusan. Dari panennya baru-baru ini, Hasboh berhasil memanen 14.000 kilogram gabah.

Dengan harga gabah saat ini di Tanah Luas mencapai Rp6.800 per kilogram, usaha pertanian yang digelutinya terbukti cukup menguntungkan.

“Alhamdulillah, panen tahun ini memuaskan dan bisa mendukung kebutuhan keluarga,” ujar Hasboh dengan senyum penuh syukur.

Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, yang dinilainya berhasil menstabilkan harga gabah sekaligus menurunkan harga pupuk subsidi.

Saat ini harga pupuk turun 20% dari harga awal , harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi adalah:

Berikut adalah daftar resmi HET pupuk subsidi sesuai Nomor: 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025:

Urea Rp1.800 per kilogram, NPK Rp1.840 per kilogram, ZA Rp1.360 per kilogram, pupuk organik Rp640 per kilogram, dan NPK khusus kakao Rp2.640 per kilogram.

“Dengan harga pupuk lebih terjangkau, kami petani bisa menekan biaya produksi dan tetap mendapatkan hasil yang layak,” tambahnya.

Peralihan Hasboh dari mantan kombatan menjadi petani produktif ini menjadi cerminan nyata keberhasilan reintegrasi GAM ke kehidupan sipil.

Kisahnya juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam stabilisasi harga pangan, penurunan biaya input pertanian, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

Kehidupan baru Tentara Mulia membuktikan bahwa perdamaian dan kebijakan pemerintah yang tepat mampu membuka peluang bagi masyarakat untuk berkembang, kembali produktif, dan memberi manfaat luas bagi daerah serta negara.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Adam Nahkodai Ikatan Alumni UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe
Komunitas S3 Lhokseumawe Gelar Buka Puasa & Santunan Anak Yatim Tahap Ketiga dalam Ramadhan Camp AOC 1447 H
Muzakir Manaf Tunjuk Saipul Bahri sebagai Ketua KPA Wilayah Pase Pasca Meninggal Abubakar A. Latif (Abu Len)
Al-Qur’an Jadi Kompas, Aceh Utara Bangkit dari Ujian Alam
BPMA Gelar Sosialisasi Keselamatan Jalur Pipa kepada Jurnalis Aceh Utara dan Lhokseumawe, Sekaligus Buka Puasa Bersama
Bupati Aceh Utara Gagas Terobosan Pengelolaan Sampah, Panton Labu Jadi Percontohan hingga Tunjukkan Hasil
Aceh Utara Kukuhkan BKAD, Bapenda, dan BKPSDM, Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Manajemen ASN
Wakil Bupati Aceh Utara Lantik Ratusan Pejabat Eselon II, III, IV dan Fungsional, Tegaskan Loyalitas dan Disiplin Tak Bisa Ditawar
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 23:32 WIB

Adam Nahkodai Ikatan Alumni UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:37 WIB

Komunitas S3 Lhokseumawe Gelar Buka Puasa & Santunan Anak Yatim Tahap Ketiga dalam Ramadhan Camp AOC 1447 H

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:20 WIB

Muzakir Manaf Tunjuk Saipul Bahri sebagai Ketua KPA Wilayah Pase Pasca Meninggal Abubakar A. Latif (Abu Len)

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:36 WIB

Al-Qur’an Jadi Kompas, Aceh Utara Bangkit dari Ujian Alam

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:18 WIB

BPMA Gelar Sosialisasi Keselamatan Jalur Pipa kepada Jurnalis Aceh Utara dan Lhokseumawe, Sekaligus Buka Puasa Bersama

Berita Terbaru