Perusak Hutan Lindung Bur Kelieten Ditangkap, Polisi: Ancaman Hukuman 10 Tahun Penjara

- Penulis

Selasa, 23 September 2025 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL | TAKENGON – Kepolisian Resor Aceh Tengah mengamankan seorang Reje Kampung berinisial BT (54), warga Kecamatan Bintang, yang diduga terlibat dalam kasus perusakan kawasan hutan lindung Bur Kelieten, Desa Bale Nosar, Kecamatan Bintang.

Lahan yang seharusnya dilindungi itu dialihfungsikan tersangka menjadi kebun pribadi. Dari hasil penyelidikan, aparat menemukan aktivitas penebangan liar yang berlangsung sejak Juni 2024 hingga Agustus 2025.

Lebih dari seratus batang pohon berbagai jenis ditebang menggunakan chainsaw dan parang. Kayu hasil tebangan bahkan sempat diolah menjadi papan dan balok, lalu digunakan untuk membangun sebuah gubuk di lokasi tersebut.

Tak hanya menebang pohon, BT juga menanami area seluas setengah hektare dengan sekitar 1.000 batang kopi, 100 pohon alpukat, dan 100 pohon petai cina. Seluruhnya dilakukan tanpa izin resmi dari pihak berwenang.

Tersangka ditangkap pada Minggu (21/9/2025) sekitar pukul 14.00 WIB di Desa Rawe, Kecamatan Lut Tawar. Ia langsung digelandang ke Mapolres Aceh Tengah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim IPTU Deno Wahyudi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa BT dijerat Pasal 92 Ayat (1) huruf a dan b UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.

“Pelaku terancam pidana penjara minimal tiga tahun dan maksimal sepuluh tahun, serta denda antara Rp1,5 miliar hingga Rp5 miliar,” kata IPTU Deno dalam pers Release, Selasa (23/9/2025).

Dalam kesempatan itu, IPTU Deno turut didampingi Kasi Propam IPTU EJ Hutasoit dan Kanit II Tipidter Aipda Amran, S.H. Ia menekankan bahwa kawasan hutan lindung merupakan aset vital bagi kelestarian ekosistem dan harus dijaga bersama.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penebangan liar ataupun membuka lahan tanpa izin. Tindakan seperti ini selain merusak lingkungan juga merupakan tindak pidana berat dengan konsekuensi hukum serius,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komunitas S3 Lhokseumawe Gelar Buka Puasa & Santunan Anak Yatim Tahap Ketiga dalam Ramadhan Camp AOC 1447 H
BPMA Gelar Sosialisasi Keselamatan Jalur Pipa kepada Jurnalis Aceh Utara dan Lhokseumawe, Sekaligus Buka Puasa Bersama
Bupati Aceh Utara Gagas Terobosan Pengelolaan Sampah, Panton Labu Jadi Percontohan hingga Tunjukkan Hasil
Aceh Utara Kukuhkan BKAD, Bapenda, dan BKPSDM, Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Manajemen ASN
Wakil Bupati Aceh Utara Lantik Ratusan Pejabat Eselon II, III, IV dan Fungsional, Tegaskan Loyalitas dan Disiplin Tak Bisa Ditawar
Aceh Utara Siap Pulih Pasca Banjir, Bupati Buka Forum Konsultasi Publik RKPD 2027
Bupati Aceh Utara Benar Pejuang Janji Masa Kompaye Kini Ditunaikan
Wali Nanggroe Aceh Melayat ke Rumah Duka Abu Len di Aceh Utara
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:37 WIB

Komunitas S3 Lhokseumawe Gelar Buka Puasa & Santunan Anak Yatim Tahap Ketiga dalam Ramadhan Camp AOC 1447 H

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:18 WIB

BPMA Gelar Sosialisasi Keselamatan Jalur Pipa kepada Jurnalis Aceh Utara dan Lhokseumawe, Sekaligus Buka Puasa Bersama

Jumat, 27 Februari 2026 - 03:22 WIB

Bupati Aceh Utara Gagas Terobosan Pengelolaan Sampah, Panton Labu Jadi Percontohan hingga Tunjukkan Hasil

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:29 WIB

Aceh Utara Kukuhkan BKAD, Bapenda, dan BKPSDM, Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Manajemen ASN

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:20 WIB

Wakil Bupati Aceh Utara Lantik Ratusan Pejabat Eselon II, III, IV dan Fungsional, Tegaskan Loyalitas dan Disiplin Tak Bisa Ditawar

Berita Terbaru

Jakarta

Tak Pasang Label Harga MBG? BGN Pastikan SPPG Kena Tindakan

Jumat, 27 Feb 2026 - 14:16 WIB