Masyarakat Lubok Pusaka Dukung Investor Lokal Bangun Kebun Plasma

- Penulis

Minggu, 22 Januari 2023 - 04:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara (PN) – Masyarakat Desa Lubok Pusaka Mendukung penuh investor lokal bangun kebun plasma di desanya. Dimana sebanyak 800 hektar lahan masyarakat berkerja sama dengan salah satu perusahaan Perkebunan Besar Swasta (PBS) bidang kelapa sawit asal Kecamatan Cot Girek, untuk melakukan pembangunan kebun plasma.

Perlu diketahui, Kebun plasma dirancang pada era Orde Baru. Tujuannya untuk memberdayakan masyarakat sekitar perkebunan sehingga mereka turut menikmati hasil kebun dan mengangkat perekonomian.

Keuchik Gampong Lubok Pusaka, Sulaiman Kepada Wartawan menceritakan awal mulanya rencana plasma itu inisiatif dari Camat Langkahan Ramli Jazuli yang membawa investor lokal ke Gampong Lubok Pusaka.

” Setelah pak Camat membawa Investor Lokal ke Lubok Pusaka, sehingga terjadilah plasma yang dibagi hasil bersama masyarakat untuk mensejahterakan masyarakat atau petani di desa ini,” Ujar Keuchik Sulaiman.

Keuchik Sulaiman menyebutkan, di kawasan ini sebelumnya hutan belantara dan jalan pun tidak ada, selama masuk investor ke sini maka terbentuklah akses jalan yang bisa dimanfaatkan juga bagi warga.

” Tentunya sangat bermanfaat kepada masyarakat khususnya untuk Dusun Sarah Raja, Lubok Pusaka, dan sudah bisa dilalui menggunakan kendaraan apapun,” Ungkap Sulaiman.

Dikatakan Sulaiman, luas lahan plasma untuk tahap pertama baru dibuka sekitar 20 hektare. Tapi akan dilanjutkan perluasan lahan ke depan dan secara keseluruhannya lebih kurang 800 hektare, tapi tidak berimbas kepada hutan lindung dan bisa dicek secara bersama-sama.

“ Kita tidak pernah menjual lahan masyarakat. Ini merupakan bentuk kerja sama antara masyarakat dengan pihak perusahaan atau investor bidang perkebunan sawit. Karena sistem pembagian hasil nantinya menguntungkan bagi warga dalam pengembangan kelapa sawit,” ucap Sulaiman.

Sulaiman menambahkan, untuk modalnya itu semua dari perusahaan tersebut, masyarakat hanya menerima hasil saja dengan kontrak yang telah disepakati bersama perusahaan itu selama 30 tahun.

” jika selama 30 tahun sudah selesai atau habis masa kontrak maka dikembalikan lagi lahan tersebut kepada masyarakat kita,” jelas Sulaiman, didampingi Imum Mukim Rampah, Langkahan, Janni.

Sebut Sulaiman, plasma itu dilakukan sistem kelompok, dalam satu kelompok ada 100 orang (peserta) dengan luas lahan 200 hektare, yang sudah terbentuk ada empat kelompok.Tentunya ini bentuk kerja sama yang baik dari pemerintah, unsur desa maupun Muspika. Intinya, tidak ada yang menjual lahan masyarakat kepada perusahaan atau investor, perlu dipahami bahwa plasma ini menguntungkan bagi petani.

“ Kami sangat berterima kasih kepada Camat Langkahan yang sudah menghadirkan investor ke Gampong Lubok Pusaka. Karena pemerintah terus melakukan pendekatan dengan perusahaan perkebunan yang telah memiliki izin usaha perkebunan. Jika tidak salah saya bahwa perkebunan plasma itu merupakan kewajiban perusahaan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 Tahun 2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Sarah Raja, Lubok Pusaka, Zulkifli, menyebutkan, pihaknya sangat berharap agar plasma ini segera dipercepat, karena nasib masyarakat di sini sangat tergantung pada pembangunan plasma tersebut.

” Karena sebelumnya lahan atau kebun warga kawasan ini kerap sekali dirusak kawanan gajah, sehingga sangat sulit untuk mengembangkan perkebunan bagi masyarakat,” Jelas Kadus Sarah Raja.

Dia menyebutkan, Dengan adanya plasma ini tentunya sangat membantu. Juga manfaat lainnya seperti akses jalan khususnya bagi masyarakat Dusun Sarah Raja, karena kawasan ini jauh sebelumnya hutan belantara.

” Kami mendukung penuh dan berterima kasih kepada Camat Langkahan yang sudah memperjuangkan plasma untuk masyarakat Lubok Pusaka, karena ini tujuannya baik untuk kita sebagai petani,” Tungkas Zulkifli.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Solidaritas Panglima Kupi Simpang Rangkaya bantu korban Bajir di Pucok Aleu Baktiya 
Rakyat Aceh Geram: Tiang Listrik Masih Tumbang, Banyak Daerah Masih Gelap Total, Tapi Bahlil Klaim “Listrik Normal 93% Persen” ke Presiden
Presiden Prabowo di Aceh: Sawah Rusak Akan Direhabilitasi, Hutang KUR Petani Berpotensi Dihapus
Istri Gubernur Aceh, Salmawati, Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Sawang, Aceh Utara
Medan–Banda Aceh Segera Tersambung Kembali, Dua Jembatan Bailey Dipasang 24 Jam di Bireuen
Presiden Prabowo Tiba di Aceh, Tinjau Dampak Banjir dan Bertemu Gubernur Muzakir Manaf
Forum Kemakmuran Masjid Seluruh Indonesia Salurkan Bantuan Sembako di Kuala Jangkoi, Lapang, Aceh Utara
Kapolres Aceh Utara Serahkan Bantuan Sembako ke Pengungsi Banjir di Kecamatan Lapang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 16:26 WIB

Solidaritas Panglima Kupi Simpang Rangkaya bantu korban Bajir di Pucok Aleu Baktiya 

Selasa, 9 Desember 2025 - 04:16 WIB

Rakyat Aceh Geram: Tiang Listrik Masih Tumbang, Banyak Daerah Masih Gelap Total, Tapi Bahlil Klaim “Listrik Normal 93% Persen” ke Presiden

Senin, 8 Desember 2025 - 17:32 WIB

Presiden Prabowo di Aceh: Sawah Rusak Akan Direhabilitasi, Hutang KUR Petani Berpotensi Dihapus

Minggu, 7 Desember 2025 - 18:15 WIB

Istri Gubernur Aceh, Salmawati, Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Sawang, Aceh Utara

Minggu, 7 Desember 2025 - 12:29 WIB

Medan–Banda Aceh Segera Tersambung Kembali, Dua Jembatan Bailey Dipasang 24 Jam di Bireuen

Berita Terbaru