Pemkot Banda Aceh dan UII Yogyakarta Jalin Kerja Sama Pendidikan dan Pengembangan Industri Nilam

- Penulis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 22:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan Rektor UII, Fathul Wahid menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Gedung Kuliah Umum Dr Sardjito.[Ist]

i

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan Rektor UII, Fathul Wahid menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Gedung Kuliah Umum Dr Sardjito.[Ist]

PELITANASIONAL | YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Banda Aceh resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta dakwah Islamiyah. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan Rektor UII, Fathul Wahid, di Gedung Kuliah Umum Dr Sardjito, Kamis (7/8/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza menyampaikan apresiasi terhadap lingkungan akademik UII yang dinilainya representatif dan unggul. Ia juga menyebut UII sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia, dengan reputasi global yang membanggakan.

“UII bukan hanya asri secara fisik, tapi juga luar biasa dari sisi akademik. Ini menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan Indonesia,” ujar Illiza.

Ia kemudian menjelaskan arah kebijakan pembangunan Kota Banda Aceh yang berbasis kolaborasi. Menurutnya, membangun kota tidak bisa dilakukan secara eksklusif oleh pemerintah saja. Oleh karena itu, sinergi dengan perguruan tinggi seperti UII menjadi bagian penting dari strategi pembangunan daerah.

Salah satu program prioritas yang akan dikerjasamakan adalah pengembangan Banda Aceh sebagai Kota Parfum Indonesia, dengan memanfaatkan potensi minyak Nilam—komoditas unggulan Aceh yang menguasai sekitar 70 persen pasar global di sektor parfum.

“UII memiliki laboratorium penelitian tipe A yang sangat potensial untuk mendukung hilirisasi Nilam. Kita ingin menghubungkan riset kampus dengan pelaku UMKM dan anak muda kreatif di Banda Aceh,” kata Illiza.

Ia optimistis, melalui kolaborasi ini, berbagai produk parfum beraroma khas Aceh seperti Jeumpa, Seulanga, dan Kopi bisa bersaing di pasar nasional hingga internasional. Dampak lanjutannya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani Nilam.

Lebih lanjut, Illiza menuturkan bahwa proses pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia nantinya dapat diintegrasikan melalui Banda Aceh Academy (BAA), lembaga pelatihan milik Pemkot yang saat ini sedang dalam tahap renovasi.

Di bidang pendidikan, Pemkot Banda Aceh juga membuka peluang pemberian beasiswa dari UII kepada siswa-siswi berprestasi, khususnya para hafiz Al-Qur’an. “Ini sejalan dengan karakter Banda Aceh sebagai kota yang menjalankan syariat Islam secara kaffah,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UII Fathul Wahid menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Ia menyebut penandatanganan MoU ini sebagai langkah awal membangun sinergi jangka panjang antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah.

“Kami sangat terbuka dengan ajakan kolaborasi dari Ibu Wali Kota. Untuk tahap awal, kami siap mendukung penuh program pengembangan Banda Aceh sebagai Kota Parfum Indonesia,” ucap Fathul.

Setelah penandatanganan, rombongan Pemerintah Kota Banda Aceh berkesempatan mengunjungi Laboratorium Riset Atsiri UII yang berlokasi di Kabupaten Sleman. Di sana, mereka meninjau langsung proses penyulingan bahan baku alami seperti Nilam dan Sereh Wangi menjadi produk turunan bernilai tinggi.[R]

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Medan–Banda Aceh Segera Tersambung Kembali, Dua Jembatan Bailey Dipasang 24 Jam di Bireuen
Warga Aceh Utara Desak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ungkap Temuan Penting Penyisiran Tim Gabungan
SPPG Paya Beurandang Salurkan Ribuan Porsi Makanan untuk Korban Banjir di Kecamatan Baktiya, Baktiya Barat, Meurah Mulia, dan Samudera
Pemerintah Kawal Pemulihan Sumatra: Dari Tanggap Darurat Hingga Rehabilitasi Menyeluruh
Banjir Tinggi Lumpuhkan Akses Jalan Medan–Banda Aceh di Syamtalira Aron, Warga Terjebak Hingga Dua Hari
Banjir Masih Rendam 57 Gampong di Tanah Luas, Warga Belum Terima Bantuan Sembako
Tanggul Sungai di Lhoksukon Jebol, Warga Gampong Kreung Lt Panik Dihantui Banjir
Banjir Aceh Utara: Ribuan Warga Terendam, Pemerintah Turun Tangan Salurkan Bantuan
Berita ini 132 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Desember 2025 - 12:29 WIB

Medan–Banda Aceh Segera Tersambung Kembali, Dua Jembatan Bailey Dipasang 24 Jam di Bireuen

Jumat, 5 Desember 2025 - 02:06 WIB

Warga Aceh Utara Desak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ungkap Temuan Penting Penyisiran Tim Gabungan

Kamis, 4 Desember 2025 - 20:53 WIB

SPPG Paya Beurandang Salurkan Ribuan Porsi Makanan untuk Korban Banjir di Kecamatan Baktiya, Baktiya Barat, Meurah Mulia, dan Samudera

Rabu, 3 Desember 2025 - 17:26 WIB

Pemerintah Kawal Pemulihan Sumatra: Dari Tanggap Darurat Hingga Rehabilitasi Menyeluruh

Jumat, 28 November 2025 - 18:16 WIB

Banjir Tinggi Lumpuhkan Akses Jalan Medan–Banda Aceh di Syamtalira Aron, Warga Terjebak Hingga Dua Hari

Berita Terbaru