Dirjen Perumahan RI dan Kadis Perkim Aceh Utara Nyaris Tenggelam Saat Tinjau Rumah Rusak, Tanggul Darurat Mulai Dibangun di Lapang

- Penulis

Selasa, 9 Desember 2025 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lapang, Aceh Utara — Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara terus menyisakan kerusakan parah di berbagai wilayah, terutama Kecamatan Lapang yang menjadi salah satu titik terdampak paling serius. Banyak rumah warga rusak, hanyut, hingga perubahan garis pantai akibat kuatnya tekanan arus banjir.

Sedikitnya 20 muara sungai baru muncul di sepanjang pesisir Lapang. Fenomena ini memicu ancaman gelombang pasang dan banjir rob yang berpotensi kembali menggenangi permukiman. Menghadapi kondisi darurat ini, Muspika Kecamatan Lapang bersama Panglima Laot dan tokoh masyarakat bergerak cepat. Sejak pagi, pembangunan tanggul darurat dimulai di sejumlah titik kritis untuk menahan masuknya air laut pada puncak pasang purnama.

Camat Lapang, Muzakir, pada Selasa 9/12/2025 mengatakan kondisi permukiman warga berada pada situasi sangat rentan.

“Hari ini tanggul darurat sedang dikerjakan. Tujuannya agar pasang purnama tidak kembali merendam rumah warga Kuala Cangkoy dan Kuala Keruto,” ujarnya.

Di tengah upaya penanganan tersebut, perhatian pemerintah pusat juga tertuju ke Lapang. Dirjen Perumahan Perdesaan Kementerian PUPR, Dr. Drs. Imran, M.Si., M.A.Cd., bersama Kepala Dinas Perkim Aceh Utara, Ahmad Faisal, meninjau langsung rumah-rumah yang hilang dan rusak berat di Gampong Kuala Cangkoi.

Namun kunjungan itu nyaris berujung malapetaka. Saat melintas mengunakan rakit darurat di salah satu muara baru dengan kedalaman air setinggi pinggang orang dewasa, rakit penyeberangan yang dibuat warga tiba-tiba oleng dan terbalik. Dirjen Imran dan Kadis Faisal sempat terjatuh ke air Beruntung, warga dan aparat yang berada di lokasi sigap memberikan pertolongan sehingga keduanya berhasil diselamatkan tanpa luka serius.

Insiden tersebut memperlihatkan betapa ekstremnya perubahan alur sungai pasca banjir sekaligus tantangan berat yang sedang dihadapi masyarakat Lapang.

Pembangunan tanggul darurat akan terus dilanjutkan hingga seluruh titik rawan di pesisir Lapang tertangani. Pemerintah kecamatan berharap upaya ini dapat menekan risiko banjir rob dalam beberapa hari ke depan dan memberi perlindungan sementara bagi warga yang masih bertahan di rumah masing-masing.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jamaluddin Dorong Percepatan Pemulihan Pendidikan Pascabanjir Aceh Utara, DPR RI Tekankan Tanggung Jawab Negara
Gampong Kreung Lingka Miliki Geuchik Baru, T. Reza Ichwan Lantik Efendi Nurdin
Menghapus Luka Pasca-Bencana, Misi Kemanusiaan AOC Pulihkan Psikologis Anak-Anak Buket Padang
Pemerintah Aceh Umumkan 10 Nama Lulus Seleksi Administrasi JPT Pratama 
Pemkab Aceh Utara Buka Pelaporan Kerugian Bencana hingga 17 Januari 2026
Kementan Salurkan Bantuan 200 Mobil untuk Korban Banjir Aceh Utara dan Sumatra Fokus pada Pemulihan Pertanian dan Pendidikan
Pelayanan Kesehatan Paska Banjir di Dusun Alue Lhok, Gampong Siren Tujoh oleh BLUD Puskesmas Syamtalira Bayu
Pagar Puskesmas Syamtalira Bayu Ambruk, Jalur Nasional Terancam Abrasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 20:27 WIB

Jamaluddin Dorong Percepatan Pemulihan Pendidikan Pascabanjir Aceh Utara, DPR RI Tekankan Tanggung Jawab Negara

Senin, 19 Januari 2026 - 17:12 WIB

Gampong Kreung Lingka Miliki Geuchik Baru, T. Reza Ichwan Lantik Efendi Nurdin

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:45 WIB

Menghapus Luka Pasca-Bencana, Misi Kemanusiaan AOC Pulihkan Psikologis Anak-Anak Buket Padang

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:54 WIB

Pemerintah Aceh Umumkan 10 Nama Lulus Seleksi Administrasi JPT Pratama 

Jumat, 16 Januari 2026 - 00:22 WIB

Pemkab Aceh Utara Buka Pelaporan Kerugian Bencana hingga 17 Januari 2026

Berita Terbaru