Muzakir Manaf Tunjuk Saipul Bahri sebagai Ketua KPA Wilayah Pase Pasca Meninggal Abubakar A. Latif (Abu Len)

- Penulis

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL.COM | BANDA ACEH — Ketua Komite Peralihan Atjeh (KPA) Pusat, H. Muzakir Manaf, resmi menunjuk Saipul Bahri atau yang akrab disapa Pon Yaya sebagai Ketua Komite Peralihan Atjeh (KPA) Wilayah Pase, Aceh Utara.

Penunjukan tersebut dilakukan setelah wafatnya Ketua KPA Wilayah Pase sebelumnya, Abubakar A. Latif atau yang dikenal dengan sapaan Abu Len.

Keputusan itu tertuang dalam Surat Angkèë (Surat Mandat/Pengangkatan) Nomor 04/KPA/III/2026 yang ditandatangani langsung oleh Muzakir Manaf pada Jumat, 6 Maret 2026 di Banda Aceh.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa Saipul Bahri diberikan mandat untuk memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan organisasi KPA di wilayah Pase yang meliputi kawasan Aceh Utara dan sekitarnya.

Penunjukan tersebut berlaku efektif sejak tanggal surat ditandatangani.
“Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam surat ini, maka akan diperbaiki sebagaimana mestinya,” demikian salah satu isi surat tersebut.
Surat pengangkatan itu juga ditulis dalam bahasa Aceh, yang mencerminkan identitas budaya serta komitmen organisasi dalam menjaga nilai-nilai lokal Aceh.

Lanjutan Kepemimpinan KPA Pase
Penunjukan Saipul Bahri sebagai Ketua KPA Wilayah Pase merupakan bagian dari upaya KPA Pusat untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan organisasi di wilayah tersebut, terutama setelah kepergian Abubakar A. Latif (Abu Len) yang sebelumnya memimpin KPA Pase.

KPA sendiri merupakan organisasi yang lahir dari proses perdamaian Aceh setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada tahun 2005 antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Organisasi ini menjadi wadah bagi mantan kombatan GAM dalam proses reintegrasi sosial, ekonomi, dan politik di Aceh.

Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan KPA Wilayah Pase dapat terus menjaga soliditas organisasi, memperkuat peran eks kombatan dalam kehidupan masyarakat, serta menjaga semangat perdamaian yang telah terbangun di Aceh.

Sumber: Surat Angkèë KPA Pusat Nomor 04/KPA/III/2026.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rekomendasi DPRK Jadi “Alarm” Perbaikan Kinerja Pemkab Aceh Utara
Wakil Bupati Aceh Utara Lepas 513 Calon Jemaah Haji 1447 H, Titip Doa untuk Daerah
ANTUSIAS WARGA SAMBUT KUNJUNGAN TIM SMP & SMK SWASTA IT SAMUDERA PASAI MULIA KE PELOSOK DESA PANTE RAMBONG
Kolaborasi Pendidikan Diperkuat, Aceh Utara Tancap Gas Tingkatkan Mutu
Korban Penusukan di Aceh Utara Pulih Setelah Dirawat Gratis oleh RSUD Cut Meutia
Puskesmas Paya Bakong Gandeng UDD PMI Aceh Utara Gelar Aksi Donor Darah Rutin
PERMAHI Aceh Soroti Pokir DPRA di Tengah Pemulihan Bencana, Desak Transparansi dan Keberpihakan Nyata
Peluang Emas! Sekolah Gratis Berbasis IT dan Tahfidz di Aceh Utara: Siap Kerja ke Luar Negeri!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 17:16 WIB

Rekomendasi DPRK Jadi “Alarm” Perbaikan Kinerja Pemkab Aceh Utara

Selasa, 21 April 2026 - 19:12 WIB

Wakil Bupati Aceh Utara Lepas 513 Calon Jemaah Haji 1447 H, Titip Doa untuk Daerah

Selasa, 21 April 2026 - 15:16 WIB

ANTUSIAS WARGA SAMBUT KUNJUNGAN TIM SMP & SMK SWASTA IT SAMUDERA PASAI MULIA KE PELOSOK DESA PANTE RAMBONG

Sabtu, 18 April 2026 - 17:43 WIB

Kolaborasi Pendidikan Diperkuat, Aceh Utara Tancap Gas Tingkatkan Mutu

Kamis, 16 April 2026 - 23:54 WIB

Korban Penusukan di Aceh Utara Pulih Setelah Dirawat Gratis oleh RSUD Cut Meutia

Berita Terbaru