Pelitanasional.com| Lhokseumawe –Muhammad Adam resmi dipercaya menahkodai Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dalam Musyawarah Besar (Mubes) alumni yang berlangsung di Aula Rektorat kampus pada Senin, 9 Maret 2026. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan alumni dari berbagai lintas generasi yang datang dari berbagai daerah untuk memperkuat silaturahmi sekaligus merumuskan arah baru organisasi alumni.
Musyawarah besar ini turut dihadiri oleh Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Prof. Dr. Danial, M.Ag bersama jajaran pimpinan rektorat serta para pimpinan fakultas. Kehadiran unsur pimpinan kampus menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan peran alumni dalam mendorong kemajuan institusi pendidikan tinggi tersebut.
Sidang Mubes dipimpin oleh Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) Nazaruddin, S.Sos.I., M.Ag. Kegiatan tersebut juga didampingi oleh Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Muhammad Daud, SE., MSM serta Ketua Ikatan Alumni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Dr. Muhammad Fuadi, S.Pd., M.Pd. Dalam suasana musyawarah yang penuh kekeluargaan, para alumni sepakat mendorong terbentuknya kepengurusan alumni yang lebih solid dan mampu memperkuat jejaring antar lulusan.
Dalam sambutannya, Muhammad Adam menyampaikan bahwa organisasi alumni memiliki peran strategis dalam menjembatani hubungan antara kampus, alumni, dan masyarakat. Ia berharap ke depan para alumni UIN Sultanah Nahrasiyah dapat semakin solid serta aktif berkontribusi dalam berbagai bidang, baik pendidikan, sosial, ekonomi maupun pembangunan daerah.
“Alumni adalah kekuatan besar yang dimiliki kampus. Dengan jaringan yang luas dan latar belakang profesi yang beragam, alumni dapat menjadi mitra strategis kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan, membuka peluang kerja bagi lulusan baru, serta memperkuat reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Menurut Adam, organisasi alumni juga dapat menjadi ruang kolaborasi untuk berbagi pengalaman, memperluas jaringan profesional, serta menginisiasi berbagai program pengembangan kampus seperti beasiswa, mentoring mahasiswa, hingga dukungan terhadap riset dan inovasi. Kehadiran alumni yang aktif dan terorganisir dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan universitas.
Muhammad Adam sendiri merupakan alumni UIN Lhokseumawe yang memiliki rekam jejak pendidikan dan pengalaman yang cukup luas. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di UIN Lhokseumawe pada program studi Pendidikan Bahasa Inggris, kemudian melanjutkan studi magister di Flinders University, Australia, pada bidang Educational Leadership and Management.
Pria kelahiran Aceh Utara, 1 Oktober 1987 ini juga pernah menerima berbagai penghargaan internasional, di antaranya beasiswa Australia Awards dari Pemerintah Australia serta program pertukaran tokoh muda Muslim Indonesia–Australia. Selain aktif di bidang pendidikan dan sosial, Adam juga memiliki pengalaman organisasi yang panjang sejak masa mahasiswa hingga berbagai komunitas internasional.
Dalam perjalanan kariernya, ia pernah bekerja sebagai Program Manager di Kedutaan Besar Australia di Jakarta serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan. Saat ini ia juga berperan sebagai tenaga ahli di DPR RI.
Dengan latar belakang pendidikan global, pengalaman organisasi yang luas, serta jaringan yang kuat, para alumni berharap kepemimpinan Muhammad Adam mampu membawa Ikatan Alumni UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menjadi organisasi yang lebih progresif, solid, dan berkontribusi nyata bagi pengembangan kampus serta kemajuan masyarakat.






